Show simple item record

dc.contributor.advisorBriawan, Dodik
dc.contributor.advisorEkayanti, Ikeu
dc.contributor.authorPutri, Pramita Ariawati
dc.date.accessioned2018-04-18T07:13:09Z
dc.date.available2018-04-18T07:13:09Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91464
dc.description.abstractSindroma metabolik adalah penyimpangan sekumpulan fungsi tubuh yang terdiri dari obesitas sentral, tekanan darah tinggi, dislipidemia dan gangguan resistensi insulin, yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit tidak menular (Alberti et al. 2009). Sindroma metabolik pada pekerja dapat berdampak pada kerugian ekonomi karena tingginya biaya berobat dan absen kerja (Curtis et al. 2007, Burton et al. 2008). Penyebab sindroma metabolik yang dapat diubah salah satunya adalah konsumsi pangan. Baik atau tidaknya konsumsi pangan dapat dilihat dilihat dari kesesuaian dengan pedoman gizi suatu negara dan dapat diketahui dengan mengukur kualitas diet. Healthy Eating Index yang dikembangkan berdasarkan Alternate Healthy Eating Index dan disesuaikan komponen dan porsinya dengan Pedoman Gizi Seimbang 2014 dapat digunakan untuk mengetahui kualitas diet pekerja pria. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas diet dan hubungannya dengan kejadian sindroma metabolik pada pekerja pria. Tujuan khusus penelitian ini yaitu 1) Menilai kejadian sindroma metabolik (obesitas sentral, kadar glukosa darah, kadar trigliserida, kadar kolesterol HDL dan tekanan darah); 2) Menilai kualitas diet; 3) Menilai faktor-faktor risiko sindroma metabolik (karakteristik subjek, aktivitas fisik, stres kerja, kebiasaan merokok dan riwayat penyakit tidak menular orang tua); 4) Menganalisis hubungan kualitas diet dengan kejadian sindroma metabolik (obesitas sentral, kadar glukosa darah, kadar trigliserida, kadar kolesterol HDL dan tekanan darah); 5) Mengembangkan HEI sebagai instrumen penilaian kualitas diet pada pekerja pria.. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian dilakukan di PT. Semen Indonesia, Kota Tuban, Jawa Timur. Penelitian dilakukan sejak Januari- Maret 2017. Subjek pada penelitian ini berjumlah 101 pekerja pria. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square, Mann-Whitney, Independent T-test, Paired t-test, Wilcoxon test serta korelasi Pearson dan Spearman. Hampir sepertiga dari pekerja pria mengalami sindroma metabolik, kombinasi komponen sindroma metabolik yang paling banyak dialami oleh pekerja pria adalah kolesterol HDL rendah, trigliserida tinggi dan obesitas sentral, sedangkan glukosa darah puasa dan tekanan darah pekerja pria hampir seluruhnya normal. Terdapat perbedaan nilai komponen sindroma metabolik yaitu obesitas sentral, trigliserida, kolesterol HDL dan glukosa darah puasa pada pekerja pria (p<0.05). Terdapat hubungan antara IMT dan lingkar pinggang pada pekerja pria (p=0.000). Terdapat hubungan antara lingkar pinggang dengan kadar trigliserida (p=0.002; r=0.306), kolesterol HDL (p=0.002; r=-0.307), dan glukosa darah puasa (p=0.000; r=0.431). Konsumsi pekerja pria baik mengalami sindroma metabolik maupun tidak pada komponen grains dan alkohol sudah baik. Konsumsi komponen lain masih belum maksimal. Terdapat perbedaan pada komponen sodium pekerja pria dengan sindroma metabolik dan tidak sindroma metabolik jika menggunakan (p<0.05). Total skor HEI pada pekerja pria tidak sindroma metabolik lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja sindroma metabolik dan terdapat perbedaan signifikan (p<0.05). Lebih dari separuh pekerja pria, baik yang sindroma metabolik maupun tidak sindroma metabolik, berada pada kategori kualitas diet butuh perbaikan. Lebih dari separuh pekerja pria baik mengalami sindroma metabolik maupun tidak sindroma metabolik berada pada kategori dewasa akhir, menikah, berpendidikan terakhir SMA/SMK, bekerja lebih dari 10 tahun, bekerja di unit produksi, dan memiliki pendapatan perbulan > Rp. 10,000,000. Tidak terdapat hubungan antara usia, status pernikahan, pendidikan terakhir, lama kerja, unit kerja, dan pendapatan perbulan dengan kejadian sindroma metabolik pada pekerja pria (p>0.05). Hampir separuh pekerja pria baik mengalami sindroma metabolik maupun tidak sindroma metabolik memiliki tingkat aktivitas fisik dalam kategori sedang. Rata-rata MET-menit/hari pada pekerja pria sindroma metabolik lebih tinggi dibandingkan dengan tidak sindroma metabolik dan terdapat perbedaan signifikan (p<0.05). Terdapat hubungan negatif antara aktivitas fisik dengan obesitas sentral (p=0.013; r=-0.249) dan kadar trigliserida (p=0.030; r=-0.217). Lebih dari separuh pekerja pria baik sindroma metabolik maupun tidak sindroma metabolik, mengalami stres kerja dan tidak merokok. Terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dan jumlah rokok dengan obesitas sentral (p=0.002; r=-0.301). Lebih dari separuh pekerja pria yang mengalami sindroma metabolik dan tidak sindroma metabolik tidak memiliki riwayat penyakit tidak menular orang tua. Terdapat hubungan antara riwayat penyakit tidak menular orang tua dengan glukosa darah puasa [OR=3.6 (95% CI: 1.16,11.45)], pekerja pria yang memiliki orang tua dengan riwayat penyakit tidak menular berisiko 3.6 kali lebih tinggi untuk mengalami kadar glukosa darah puasa tinggi dibandingkan dengan yang tidak memiliki orang tua dengan riwayat penyakit tidak menular. Tidak terdapat hubungan antar kualitas diet dan komponen SM. Terdapat hubungan antara komponen sodium dengan obesitas sentral (p=0.028; r=-0.219), trigliserida (p=0.000; r=-0.387), dan kolesterol HDL (p=0.017; r=0.236). Terdapat hubungan antara komponen buah dengan glukosa darah puasa (p=0.006; r=0.272). Pekerja pria dengan kualitas diet baik memiliki lingkar pinggang dan kadar trigliserida lebih rendah dan kadar kolesterol HDL lebih tinggi dibandingkan pekerja pria dengan kualitas diet butuh perbaikan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcNutritionid
dc.subject.ddcDieteticsid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcTuban, Jawa Timurid
dc.titleKualitas Diet dan Hubungannya dengan Kejadian Sindroma Metabolik pada Pekerja Priaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordHealthy Eating Indexid
dc.subject.keywordkualitas dietid
dc.subject.keywordpekerja priaid
dc.subject.keywordsindroma metabolikid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record