Show simple item record

dc.contributor.advisorHasbullah, Rokhani
dc.contributor.advisorSubrata, I Dewa Made
dc.contributor.authorBano, Marianus
dc.date.accessioned2018-04-18T07:11:23Z
dc.date.available2018-04-18T07:11:23Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91458
dc.description.abstractSalah satu masalah budidaya sayuran selada dengan metode hidroponik Vertikulture NFT adalah tidak tersedianya talang yang sesuai dengan kebutuhan. Talang Polyvinyl Chloride (PVC) atau talang bangunan ukurannya tidak memadai, memiliki penghalang panas, sehingga suhu larutan nutrien ikut naik saat terpapar panas matahari. Untuk mengatasi kelemahan talang konvensional tersebut adalah dengan menggunakan talang biokomposit. Penelitian ini bertujuan merancang hidroponik vertikultur dengan metode NFT pada talang biokomposit dan talang konvensional untuk pertumbuhan tanaman selada, mengkaji karakteristik talang dan mengkaji pengaruh laju aliran nutrien pada pertumbuhan tanaman selada. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium lapangan Siswandi Soepardjo, Dep TMB, Fateta-IPB, Bogor pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2017. Rancangan hidroponik vertikultur NFT menggunakan dua jenis talang yang berbeda, yaitu talang biokomposit dibuat dari bahan dasar cangkang kerang dan sabut kelapa dan talang konvensional (PVC) yang dibeli dari toko bangunan. Perlakuan yang dicobakan adalah debit aliran larutan nutrien. Respon yang diamati adalah Karakteristik talang yang meliputi kekuatan tarik, lentur dan konduktivitas panas serta pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, warna daun, panjang akar dan berat segar tajuk tanaman. Nilai karakteristik fisik diperoleh dari nilai kekuatan tarik talang biokomposit sebesar 24.43 MPa yang lebih tinggi dibandingkan dengan talang konvensional sebesar 10.86 MPa sehingga talang biokomposit lebih kaku dibandingkan dengan talang konvensional. Nilai kekuatan lentur pada talang biokomposit 2.14 kali lebih tinggi dari kekuatan tariknya, dan kekuatan lentur pada talang konvensional 4.82 kali lebih tinggi dari kekuatan tariknya. Konduktivitas panas talang biokomposit sebesar 0.35 W/m K lebih tinggi dibanding dengan rataan nilai konduktivitas talang konvensional sebesar 0.25 W/m K. Suhu larutan nutrien di talang biokomposit 34.18°C lebih rendah dibandingkan dengan suhu larutan nutrien di talang konvensional yaitu 37.18°C sehingga talang biokomposit lebih cocok digunakan untuk talang hidroponik NFT. Hasil penelitian juga menunjukkan perlakuan jenis talang dan debit aliran nutrien berbeda nyata terhadap tinggi tanaman selada pada hari ke 21 HST dan 28 HST, sedangkan pada hari ke 14 HST jenis talang dan debit aliran nutrien tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman selada karena tanaman berada dalam fase pertumbuhan vegetatif yang mengoptimalkan pertumbuhan bagi keseluruhan organ tanaman. Perlakuan jenis talang dan debit aliran nutrien tidak berbeda nyata terhadap jumlah daun dan warna daun. Selanjutnya hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perlakuan jenis talang dan debit aliran nutrien 4 liter per menit berbeda nyata terhadap panjang akar dan berbeda nyata terhadap berat segar tajuk tanaman.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAgricultural Machinesid
dc.subject.ddcHydroponic verticultureid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titlePenggunaan Talang Biokomposit untuk Budidaya Selada Secara Hidroponik Vertikultur.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordhidroponik vertikultureid
dc.subject.keywordtalang biokompositid
dc.subject.keywordnutrient film techniqueid
dc.subject.keywordseladaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record