Show simple item record

dc.contributor.advisorKrisnatuti, Diah
dc.contributor.advisorHastuti, Dwi
dc.contributor.authorSetyowati, Yuli Dwi
dc.date.accessioned2018-02-22T03:29:40Z
dc.date.available2018-02-22T03:29:40Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91044
dc.description.abstractPersiapan laki-laki dan perempuan untuk memasuki peran barunya sebagai orangtua memerlukan penanganan yang khusus. Rendahnya usia laki-laki dan perempuan saat menikah mengindikasikan rendahnya pengalaman dan keterampilan dalam mengasuh dan membesarkan anak. Ketidaksiapan laki-laki dan perempuan untuk menjadi orangtua akan menimbulkan berbagai masalah dalam kehidupan anak. Salah satu masalah yang timbul akibat pasangan yang tidak siap adalah timbulnya resiko gangguan tumbuh dan kembang anak. Resiko gangguan pertumbuhan pada anak usia balita ditandai dengan tidak bertambahnya berat badan anak di setiap bulan. Padahal pada masa anak pertambahan ukuran tubuh mencapai maksimal. Pertumbuhan anak tidak bisa dilepaskan dari perkembangan sosial anak. Perkembangan sosial anak usia 2-3 tahun ditandai dengan kemampuan anak untuk menolong dirinya sendiri dalam hal makan dan pergi ke kamar mandi sendiri. Masa ini anak menumbuhkan rasa kepercayaan diri dibandingkan keragu-raguan.. Anak yang tidak diberikan stimulasi dan praktek pemberian pengasuhan yang baik akan menimbulkan masalah yang lebih besar di periode tumbuh kembang anak berikutnya. Kesiapan menjadi orangtua dan pola pengasuhan ibu-anak sangat menentukan pencapaian kualitas fisik anak yang dapat menunjang tumbuh kembang anak dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Secara umum penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dan pengaruh kesiapan menjadi orangtua dan pola asuh terhadap pertumbuhan dan perkembangan sosial anak usia 2-3 tahun. Tujuan khusus penelitian ini (1) mengidentifikasi karakteristik keluarga dan anak, kesiapan menjadi orangtua, pola asuh, pertumbuhan dan perkembangan sosial anak usia 2-3 tahun; (2) Menganalisis hubungan kesiapan menjadi orangtua dan pola asuh terhadap pertumbuhan dan perkembangan sosial anak; (3) Menganalisis pengaruh kesiapan menjadi orangtua dan pola asuh terhadap perkembangan sosial anak 2-3 tahun. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dan retrospective study di Kota Medan. Waktu penelitian dari bulan September sampai Oktober 2016. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari 100 keluarga yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria keluarga utuh yang memiliki anak usia 2-3 tahun. Responden dalam penelitian ini adalah ibu dan anak pertama yang berusia 2-3 tahun. Data sekunder diperoleh dari Posyandu berupa data beat badan anak menurut (BB/U) pada kartu menuju sehat (KMS). Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, uji regresi binari logistik, uji pengaruh dengan partial least square (PLS). Rataan usia ibu dan ayah saat menikah terkategori dewasa muda (18-40 tahun), usia ibu (94%) dan ayah (99%) saat ini juga tergolong dewasa muda. Lama pendidikan orangtua terkategori setingkat SMA, rataan pendapatan keluarga per kapita Rp 762 185, dan mayoritas keluarga tidak terkategori miskin (84%). Rentang usia anak 24-39 bulan dan lebih dari setengah berjenis kelamin perempuan. Kesiapan menjadi orang tua terkategori sedang dengan indeks rataan 72.1± 11.1. Hampir dua per tiga keluarga (62.0%) memiliki stimulasi psikososial (HOME) yang rendah dengan indeks rataan 56.2 ±16.3. Sebagian besar anak memiliki tingkat perkembangan sosial terkategori rendah dengan indeks ratan 56.5 ± 14.9. Lebih dari setengah ibu memberikan pola asuh makan (58%) dan kesehatan (64%) terkategori sedang dengan rata-rata indeks 62.41 ± 9.19 dan 76.3 ± 10.9. Lebih dari setengah anak beresiko gangguan pertumbuhan (70%) dan status kesehatan yang kurang baik (60%). Faktor yang berhubungan postif signifikan dengan pertumbuhan anak adalah usia ibu saat menikah dan tingkat pendidikannya, kesiapan menjadi orangtua, pola asuh makan, pola asuh sehat dan riwayat pemberian ASI. Hasil uji pengaruh juga menunjukkan hal yang sama bahwa usia orangtua saat menikah, tingkat pendidikan, kesiapan menjadi orangtua dan pola asuh memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan anak usia 2-3 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa ibu yang menikah di usia dewasa, siap untuk menjadi orang tua dan baik dalam pemberian pola asuh akan meningkatkan peluang anak untuk tumbuh normal. Hubungan dan pengatuh yang signifikan juga ditemukan pada usia orangtua saat menikah, tingkat pendidikan orangtua, kesiapan menajdi orangtua dan pola asuh psikososial terhadap perkembangan sosial anak. Semakin matang usia istri dan suami saat menikah maka akan semakin matang kesiapannya menjadi orang tua dan semakin baik pula stimulasi psikososial yang diberikan. Hal ini meningkatkan peluang perkembangan sosial anak untuk menjadi lebih baik. Agar anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal maka diperlukan upaya untuk memberikan sosialisasi mengenai kesiapan menjadi orangtua, stimulasi psikososial, pola asuh makan dan kesehatan serta tumbuh kembang anak, mempromosikan mengenai rumah tangga yang berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan penimbangan berat badan anak setiap bulan ke Posyandu serta pemberian ASI ekslusif.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcPersonal healthid
dc.subject.ddcChild healthid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcMedan-SUMUTid
dc.titleKesiapan Menjadi Orangtua, Pola Asuh, Pertumbuhan Dan Perkembangan Sosial Anak Usia 2-3 Tahun Di Kota Medanid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordkesiapan menjadi orangtuaid
dc.subject.keywordpola asuhid
dc.subject.keywordstatus kesehatanid
dc.subject.keywordpertumbuhanid
dc.subject.keywordperkembangan sosial anakid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record