Show simple item record

dc.contributor.advisorEfendi, Darda
dc.contributor.advisorPurwanto, Y. Aris
dc.contributor.authorNacing, Nursyawal
dc.date.accessioned2018-02-22T02:55:11Z
dc.date.available2018-02-22T02:55:11Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/90987
dc.description.abstractBentuk jeruk (Citrus reticulata L.) varietas keprok Garut ketika matang secara fisiologis adalah warna kulit yang cenderung hijau. Kulit buah jeruk yang berwarna jingga mempunyai daya tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan kulit buah yang berwarna hijau. Kondisi lingkungan yang panas (tropis) mengakibatkan pigmen β-citraurin sebagai pembentuk warna merah pada kulit jeruk tidak terbentuk, yang terbentuk hanya pigmen warna kuning oleh β- cryptoxanthin. Pembentukan warna jingga pada kulit jeruk adalah kombinasi antara β-citraurin dan β-cryptoxanthin. Warna hijau kulit jeruk yang tidak seragam dapat diperbaiki dengan perlakuan pascapanen degreening dengan menggunakan ethephon. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengkaji pengaruh konsentrasi ethephon dan lama perendaman pada larutan ethephon terhadap proses degreening jeruk (Citrus reticulata L.) varieteas keprok Garut, (2) Mengkaji pengaruh degreening terhadap perubahan fisikokimia jeruk keprok Garut, dan (3) Menetapkan konsentrasi ethephon dan lama perendaman pada larutan ethephon terbaik pada proses degreening jeruk keprok Garut. Jeruk keprok Garut diambil langsung dari petani di Garut. Jeruk disortir kemudian ditransportasikan menuju ke Laboratorium PKHT Bogor. Setelah dilakukan pencucian dan penyortiran jeruk dicelupkan kedalam air dengan suhu 10 °C selama 30 detik sebagai perlakuan precooling. Kemudian jeruk direndam pada larutan ethephon dengan konsentrasi 0 ppm (kontrol), 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm dengan kombinasi lama perendaman 30 detik, 60 detik. Metode degreening dilakukan dengan membuat larutan ethephon dalam sebuah wadah dengan konsentrasi sesuai perlakuan. Jeruk yang telah direndam disimpan pada suhu lingkungan (28±1 °C). Pengamatan dilakukan dengan mengukur perubahan warna dan perubahan sifat fisikokimia setiap 3 hari selama 12 hari. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (analisis of variance) menggunakan software SPSS 22 dan dilanjutkan dengan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk melihat perbedaan pengaruh dari masing-masing perlakuan pada taraf nyata 5% . Hasil penelitian menunjukkan perlakuan ethephon mampu merubah warna kulit jeruk keprok Garut dari hijau menjadi jingga. Konsentrasi ethephon dan lama perendaman pada larutan ethephon mampu merubah nilai Citrus Color Index (CCI) dari 0.60 menjadi 7.36 dan nilai °Hue dari 88.42 menjadi 69.49. Perlakuan konsentrasi ethephon pada proses degreening dapat meningkatkan persentase buah busuk, tetapi tidak mempengaruhi sifat fisikokimia seperti kekerasan, total padatan terlarut, kadar air, dan susut bobot. Proses degreening jeruk keprok Garut dengan perlakuan terbaik adalah pada konsentrasi ethephon 500 ppm dan lama perendaman 30 detik pada larutan ethephon. Hasil degreening terjadi pada hari ke-3 setelah perlakuan pada suhu ruang yang ditandai dengan perubahan warna hijau menjadi jingga kekuningan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcHarvesting Technologyid
dc.subject.ddcTangerine Fruitid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titlePenggunaan Ethephon Untuk Degreening Jeruk (Citrus reticulata. L) Varietas Keprok Garut.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordJeruk keprok Garutid
dc.subject.keyworddegreeningid
dc.subject.keywordethephonid
dc.subject.keywordwarnaid
dc.subject.keywordfisikokimiaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record