View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Eceng Gondok sebagai Pengganti Pollard terhadap Kinerja Pertumbuhan dan Aktivitas Enzim Pencernaan Ikan Patin Pangasianodon hypophthalmus.

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (10.37Mb)
      Date
      2017
      Author
      Yuniati, Dewi
      Utomo, Nur Bambang Priyo
      Setiawati, Mia
      Alimuddin
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pakan merupakan komponen utama sumber energi untuk ikan. Penelitian mengenai bahan baku telah dilakukan untuk memanfaatkan bahan baku lokal dan efisiensi biaya pakan. Pollard biasa digunakan dalam pakan yang memiliki nilai kecernaan dan bioaviabilitas yang tinggi. Akan tetapi, pollard merupakan produk impor sehingga dicari bahan pengganti pollard. Eceng gondok Eichhornia crassipes merupakan bahan yang potensial untuk menggantikan pollard. Eceng gondok mengandung BETN 30.81%, serat kasar 19.9%, protein 12.40%, dan lemak 4.72% berpotensi sebagai bahan baku pakan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan eceng gondok sebagai pengganti pollard terhadap kinerja pertumbuhan dan aktivitas enzim pencernaan pada ikan patin Pangasianodon hypophthalmus. Ikan patin diberi pakan dengan kadar eceng gondok berbeda (0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%) menggantikan pollard. Ikan dipelihara dalam 100 cm x 80 cm x 60 cm akuarium dengan padat tebar 70 ekor/akuarium dan bobot awal 2.45±0.15 g. Ikan dipelihara dalam 15 akuarium, diberi pakan secara at satiation tiga kali sehari (08.00, 12.00, dan 16.00). Penelitian dilakukan selama 60 hari. Data pertumbuhan diukur setiap 15 hari. Kualitas air dijaga pada kondisi optimum untuk ikan. Parameter yang diamati yaitu biomassa akhir, laju pertumbuhan harian, jumlah konsumsi pakan, efisiensi pakan, tingkat kelangsungan hidup, rasio efisiensi protein, retensi protein, retensi lemak, indeks hepatosomatik, kecernaan total, kecernaan protein, aktivitas enzim pencernaan, dan glukosa darah. Analisis aktivitas enzim pencernaan dilakukan pada akhir pemeliharaan. Enzim pencernaan yang dianalisis meliputi protease, amilase, dan selulase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa akhir, jumlah konsumsi pakan, kecernaan, retensi, rasio efisiensi protein, laju pertumbuhan harian, dan efisiensi pakan berbeda (p<0.05), sedangkan tingkat kelangsungan hidup dan indeks hepatosomatik tidak berbeda (p>0.05) pada semua perlakuan. Bahan nabati mengandung serat kasar dan selulosa yang tidak dapat dimanfaatkan secara efisien oleh ikan. Serat kasar yang tinggi mengganggu pemanfaatan pakan dan pertumbuhan. Tepung eceng gondok sebagai pengganti pollard dapat digunakan hingga 25% pada ikan patin. Aktivitas enzim protease dan amilase menunjukkan hasil yang berbeda, sedangkan aktivitas enzim selulase sama pada semua perlakuan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88284
      Collections
      • MT - Fisheries [3210]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository