Show simple item record

dc.contributor.advisorKusnadi, Nunung
dc.contributor.authorSianturi, Febrina
dc.date.accessioned2017-08-25T08:07:17Z
dc.date.available2017-08-25T08:07:17Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87995
dc.description.abstractAgroforestri diharapkan dapat menjadi alternatif yang tepat untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan dari pengembangan perkebunan kelapa sawit namun dari sudut pandang ekonomi dampak penerapan agroforestri terhadap kelangsungan kelapa sawit masih menjadi perdebatan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing kelapa sawit Indonesia yang menerapkan agroforestri dan menganalisis perbandingan keuntungan privat dan sosial antara perkebunan kelapa sawit dengan sistem agroforestri dan non agroforestri. Sampel dari penelitian ini berjumlah 42 responden; 7 responden yang menerapkan agroforestri dan 35 responden yang tidak menerapkan agroforestri (monokultur). Daya saing dianalisis menggunakan Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa meskipun penerapan agroforestri pada perkebunan kelapa sawit memiliki daya saing, namun penerapan sistem agroforestri ternyata menyebabkan penurunan daya saing CPO baik secara kompetitif maupun komparatif. Selain itu CPO yang dihasilkan dengan sistem budidaya agroforestri diindikasikan mampu memberikan keuntungan secara privat dan sosial namun penerapan sistem agroforestri menyebabkan penurunan keuntungan yang signifikan jika dibandingkan dengan monokultur.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcManagementid
dc.subject.ddcBusiness Managementid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcRiauid
dc.titleDaya Saing Kelapa Sawit Indonesia dengan Sistem Budidaya Agrofrestriid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordagroforestriid
dc.subject.keyworddaya saingid
dc.subject.keywordPAMid
dc.subject.keywordkelapa sawitid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record