Show simple item record

dc.contributor.advisorFatchiya, Anna
dc.contributor.advisorSadono, Dwi
dc.contributor.authorPramono, Herry
dc.date.accessioned2017-08-16T03:44:44Z
dc.date.available2017-08-16T03:44:44Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87916
dc.description.abstractPemerintah telah menetapkan target swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta kedelai yang harus dicapai pada tahun 2018. Kegiatan penyuluhan pertanian merupakan salah satu upaya untuk mencapai target tersebut. Salah satu kendala dalam kegiatan penyuluhan pertanian adalah jumlah tenaga penyuluh pertanian yang masih sangat kurang sehingga pemerintah merekrut penyuluh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP). Kompetensi penyuluh sangat dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan karena merupakan kemampuan untuk melaksanakan kegiatan yang dilandasi pengetahuan dan keterampilan sehingga semakin baik kompetensi seorang penyuluh pertanian akan semakin baik pula hasil kerjanya (kinerja). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kompetensi dan kinerja penyuluh THL TBPP serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode sensus dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Data dikumpulkan dari 119 penyuluh THL TBPP. Indikator kompetensi meliputi pengetahuan tentang potensi wilayah, kebutuhan petani, pengenalan teknologi informasi, pengetahuan komunikasi efektif dan penyusunan laporan, sedangkan indikator kinerja meliputi persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan kegiatan penyuluhan pertanian. Kompetensi penyuluh THL TBPP di Kabupaten Garut berada dalam kategori rendah terutama pada aspek pengetahuan tentang potensi wilayah, kebutuhan petani dan pengetahuan tentang penyusunan laporan sedangkan kinerja penyuluh THL TBPP berada pada kategori cukup dengan didukung oleh cukupnya nilai indikator pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan penyuluhan pertanian. Hasil analisis menggunakan model regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang berpengaruh menemukan bahwa: 1) faktor jumlah pelatihan, jumlah desa, jumlah kelompok tani dan motivasi berpengaruh terhadap kompetensi, 2) faktor pengetahuan tentang potensi wilayah, kebutuhan petani, pengenalan teknologi informasi, pengetahuan komunikasi efektif dan penyusunan laporan berpengaruh terhadap kinerja.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFarm Managementid
dc.subject.ddcExtensionid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcGarut, Jawa Baratid
dc.titleKompetensi dan Kinerja Penyuluh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian di Kabupaten Garut, Jawa Baratid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordkinerjaid
dc.subject.keywordkompetensiid
dc.subject.keywordmotivasiid
dc.subject.keywordpenyuluh THL TBPPid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record