Show simple item record

dc.contributor.advisorJakaria
dc.contributor.advisorUlupi, Niken
dc.contributor.authorRafian, Teguh
dc.date.accessioned2017-08-09T07:10:37Z
dc.date.available2017-08-09T07:10:37Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87799
dc.description.abstractAyam burgo merupakan salah satu sumber daya genetik ayam Indonesia hasil persilangan antara ayam hutan merah (Gallus gallus spadiceus) jantan dengan ayam kampung (Gallus gallus domesticus) betina. Populasi ayam burgo dilaporkan masuk dalam kategori endangered. Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi keragaman sifat kualitatif dan kuantitatif ayam burgo yang dibandingkan dengan ayam hutan merah dan ayam kampung di Bengkulu; (2) menganalisis keaslian ayam burgo, ayam hutan merah, dan ayam kampung; dan (3) menganalisis faktor-faktor peubah penentu ukuran dan bentuk ayam burgo, ayam hutan merah, dan ayam kampung. Total ayam yang digunakan adalah 74 ekor yang terdiri atas ayam burgo 47 ekor, ayam hutan merah 9 ekor, dan ayam kampung 18 ekor yang dikoleksi di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, dan Kabupaten Muko-muko, Provinsi Bengkulu. Adapun karakteristik sifat kualitatif yang diamati adalah warna bulu, corak bulu, pola bulu, kerlip bulu, warna shank, tipe jengger, warna cuping, dan warna mata, sedangkan sifat kuantitatif yang diamati adalah bobot badan (kg), panjang tubuh (cm), panjang dada (cm), lingkar dada (cm), rentang sayap (cm), panjang paha atas (mm), panjang paha bawah (mm), panjang shank (mm), panjang jari kaki ketiga (mm), dan lingkar shank (cm). Analisis data sifat kualitatif untuk memperoleh frekuensi fenotipe, frekuensi gen, nilai heterozigositas, nilai introgresi, dan gen asli, sedangkan analisis data sifat kuantitatif untuk memperoleh nilai rataan, simpangan baku, dan koefisien keragaman yang selanjutnya dilakukan uji-t dan analisis komponen utama (AKU) menggunakan program MINITAB 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam burgo dan ayam hutan merah memiliki keragaman yang rendah baik pada sifat kualitatif mapun kuantitatif, sedangkan ayam kampung memiliki keragaman yang tinggi baik pada sifat kualitatif maupun kuantitatif. Ayam burgo dan ayam hutan merah merupakan ayam asli Indonesia, sedangkan ayam kampung terindikasi mempunyai gen yang berasal dari ayam ras luar negeri. Peubah penentu ukuran ayam burgo adalah panjang paha bawah (jantan) dan panjang jari kaki ketiga (betina), ayam hutan merah adalah panjang paha bawah (jantan) dan panjang paha atas (betina), dan ayam kampung adalah panjang shank, sedangkan peubah penentu bentuk ayam burgo adalah panjang paha bawah, ayam hutan merah adalah panjang jari kaki ketiga, dan ayam kampung adalah panjang shank. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi dalam penetapan rumpun ayam burgo sebagai sumber daya genetik ayam khas Bengkulu.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAnimal productionid
dc.subject.ddcChickenid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBengkuluid
dc.titleKeragaman Sifat Kualitatif dan Kuantitatif Ayam Burgo di Provinsi Bengkuluid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordayam burgoid
dc.subject.keywordsifat kualitatif dan kuantitatifid
dc.subject.keywordkeragamanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record