Show simple item record

dc.contributor.advisorGunawan, Andi
dc.contributor.advisorMunandar, Aris
dc.contributor.authorMansyur, Abdul
dc.date.accessioned2017-08-07T03:59:47Z
dc.date.available2017-08-07T03:59:47Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87666
dc.description.abstractLanskap Kota Kesutanan Buton merupakan kota binaan Kesultanan Buton pada tahun 1332. Kota ini telah ditetapkan sebagai salah satu Jaringan Kota Pusaka Indonesia. Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia mempersiapkan kota ini untuk menjadi World Heritage City. Penetapan ini merupakan suatu yang wajar, karena kota tersebut memiliki kekayaan sejarah (artefak) dan budaya sangat kental dengan filosofi kehidupan. Penelitian konsep desain ekologis lanskap kota ini telah menghasilkan suatu konsep desain era kesultanan di masa kejayaannya dan menjadi pembuka penelitian berikutnya yaitu lanskap kota kesultanan berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengungkap desain original dan pada masa lampau. Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah: 1). Mengidentifikasi karakteristik lanskap kota, 2). Mengkaji elemen-elemen lanskap kota dan tata letaknya, dan makna filosofi dan simbolisme yang mendasarinya, 3). Mengkaji pola tata ruang kota Kesultanan Buton. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan mengambil lokasi di kawasan benteng keraton Buton di Kota BauBau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, studi pustaka, dan survei lapang. Studi pustaka pada naskah lokal dan naskah penelitian dilakukan dengan content analysis dan disesuaiakan dengan artefak lapangan. Hasil penelitian menunjukan tatanan elemen-elemen lanskap kota dan orientasi berbentuk pola tertentu. Tatanannya berbasis jalan poros sebagai sumbu kota. Pola lanskapnya dipengaruhi agama, dan falsafah hidup kesultanannya, yaitu falsafah “Po 5”, yaitu Pomae-maeaka, Popia-piara, Pomaa-masiaka, Poangkaangkataka, dan Pobinci-binciki kuli dan falsafah agama Islam. Kedua konsep ini diderivasi dari manusia dan Sang Nabi, Muhammad Rasulullah Saw sebagai spirit. Lanskap kota merupakan bentukan kombinasi dari faktor strata sosial, spritual-agama, dan kekerabatan. Elemen-elemen lanskap kota terdiri dari benteng, gerbang dan baluara, permukiman, makam, alun-alun, ruang terbuka hijau, jaringan jalan, masjid agung, dan istana. Tata ruang kota didasari dua kelompok permukiman besar. Jalan poros melintasi tengah kota adalah pemisahnya. Pola kota berbentuk huruf Arab Muhammad Rasulullah Saw dan tatanan kotanya simbol seorang ibu. Alun-alun pusat kota simbolisme makrokosmos dan mikrokosmos. Konsep desain ekologis lanskap kota Kesultanan Buton, yaitu rumah sejajar jalan dan saling berhadapan diantaranya Ruang Terbuka Hijau, istana berorientasi timur didepannya ruang hijau jenis buah dan posisinya di bukit memudahkan sultannya memantau kotanya, masjid terbangun pusat kota dan ditinggikan agar memudahkan informasi ibadah terdengar dimana-mana. Konstruksi benteng dan elemennya respon cahaya dan iklim, dan hidrologi, dan elemen parit benteng respon hidrologi dan ruang terbuka hijau.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcLandscape architectureid
dc.subject.ddcTownid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBau-Bau-Sultraid
dc.titleKonsep Desain Ekologis Lanskap Kota Kesultanan Buton Berbasis Budaya Lokal di Kota BauBau, Provinsi Sulawesi Tenggaraid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordKesultanan Butonid
dc.subject.keywordKota Pusakaid
dc.subject.keywordpola lanskapid
dc.subject.keywordeco-desainid
dc.subject.keywordspirit kotaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record