| dc.description.abstract | Bawang merah memegang peranan penting dalam perdagangan. Produksi
bawang merah nasional mengalami surplus. Peningkatan surplus produksi tersebut
tidak diimbangi dengan peningkatan harga di tingkat petani. Kondisi tersebut
tercermin dari penurunan harga rata-rata bawang merah di tingkat nasional, hal ini
mengindikasikan distribusi bawang merah belum berjalan dengan baik. Gambaran
mengenai kondisi rantai pasok diperlukan untuk melihat sejauh mana sistem
pemasaran berjalan. Besarnya nilai surplus bawang merah juga mengindikasikan
besarnya bawang merah yang tidak terserap oleh pasar. Gudang pendingin
merupakan jenis penyimpanan yang tepat untuk mempertahankan mutu bawang
merah.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis nilai
tambah penyimpanan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Proses analisis data kualitatif menggambarkan secara deskriptif rantai pasok. Analisis
data kuantitatif dipergunakan untuk menganalisis besaran marjin pemasaran, farmers’s
share, rasio keuntungan terhadap biaya, efisiensi pemasaran dan perhitungan nilai
tambah menggunakan metode Hayami.
Hasil analisis menunjukkan biaya pokok operasional penyimpanan dingin
sebesar Rp 769/bulan/kg, lama operasional 3 bulan dengan kapasitas terpakai 400 ton.
Keuntungan petani yang menggunakan penyimpanan dingin meningkat dari
Rp 6 500.5/kg menjadi Rp 9 865.5/kg. Peningkatan harga diperoleh dengan asumsi
harga sebelum disimpan Rp 15 000/kg, susut penyimpanan dingin 22.3%, susut
bobot suhu ruang 37.22% dan harga jual setelah disimpan Rp 35 000/kg.
Analisis efisiensi operasional dan efisiensi pemasaran menunjukkan grade
A di Kabupaten Brebes, Bantul dan Nganjuk merupakan pemasaran bawang merah
paling efisien jika dibandingkan dengan grade yang lainnya. Sehingga grade A
direkomendasikan untuk dilakukan penyimpanan dingin di Kabupaten Brebes,
Bantul dan Nganjuk. Berdasarkan analisis perbandingan nilai tambah
menggunakan metode Hayami dapat disimpulkan penyimpanan dingin bawang
merah grade A berpotensi dapat meningkatkan keuntungan jika diterapkan di
Kabupaten Brebes, Bantul dan Nganjuk. Namun demikian, penyimpanan dingin
tidak dapat meningkatkan keuntungan di Kabupaten Brebes, Bantul dan Nganjuk
jika selisih harga sebelum disimpan dan setelah disimpan kurang dari Rp 10 000. | id |