Show simple item record

dc.contributor.advisorJusadi, Dedi
dc.contributor.advisorSuprayudi, Muhammad Agus
dc.contributor.authorHamdani, Kurnia
dc.date.accessioned2017-05-31T03:24:19Z
dc.date.available2017-05-31T03:24:19Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/85743
dc.description.abstractBudidaya Daphnia sp. dibedakan menjadi dua cara pemberian makanannya, yaitu secara langsung (detrital) dan tidak langsung (auto trophic system). Pemberian makan secara langsung, contohnya kotoran ayam dapat digunakan langsung sebagai makanan oleh Daphnia sp. atau sebagai pupuk yang dapat diuraikan terlebih dahulu oleh bakteri menjadi bahan organik yang merangsang pertumbuhan fitoplankton dan zooplankton (Boyd 1982). Pada penelitian Jusadi (2005) dan Firdaus (2004), pemberian makanan Daphnia sp. dengan metode secara tidak langsung, memiliki panjang umur antara 10 – 22 hari dibandingkan secara langsung yang hanya selama 7 - 12 hari yang diduga akibat dari kadar amonia yang cukup tinggi pada awal pemeliharaan yaitu berkisar 0,1 – 1,975 ppm. Pada metode pemberian makanan secara tidak langsung kualitas air wadah awal budidaya dapat diatur sesuai kualitas yang dibutuhkan dan jumlah makanan yang diberikan disesuaikan dengan jumlah populasi, sehingga kualitas wadah budidaya dapat tetap terjaga, jadi diduga budidaya dengan metode tidak langsung akan mendapatkan hasil yang lebih baik daripada dengan metode secara langsung. Tujuan dari penelitian adalah melihat perbandingan antara limbah organik cair (limbah cair tahu) dengan pakan komersial (ragi dan dedak) sebagai makanan Daphnia sp., dengan metode pemberian makanan secara tidak langsung, dan melihat pengaruh yang diberikan terhadap pertumbuhan populasi Daphnia sp. Penelitian terdiri atas empat perlakuan dan tiga ulangan yaitu perlakuan pemberian makanan ragi, dedak, limbah cair tahu,dan limbah cair tahu +EM4 dengan volume pemberian makanan masing-masing perlakuan 0,08ml per 8 ekor Daphnia sp. Jumlah populasi yang dihasilkan berbeda nyata (P<0,05) pada setiap perlakuan. Puncak populasi yang dihasilkan berbeda nyata (P<0,05) dengan nilai tertinggi didapat pada perlakuan ragi yaitu 140 ± 4,16, dedak 44 ± 7,53 ekor, limbah cair tahu 15 ± 3,61 ekor, dan limbah cair tahu + EM4 27 ± 7,55 ekor. Puncak populasi pada perlakuan ragi terjadi pada hari ke-30, dedak pada hari ke-16, limbah cair tahu pada hari ke-18, dan limbah cair tahu +EM4 pada hari ke-10.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcGaram Beryodiumid
dc.subject.ddcMadura-Sumenepid
dc.titlePengaruh Pemberian Jenis Makanan Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Populasi Daphnia Sp.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordDaphnia sp.id
dc.subject.keywordlimbah cair tahuid
dc.subject.keywordragiid
dc.subject.keywordEM4id
dc.subject.keyworddedakid
dc.subject.keywordAuto Trophic System.id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record