Kajian Model Arrhenius Laju Respirasi dan Teknik Pengemasan Buah Jambu Kristal (Psidium guajav L.)
Abstract
Jambu kristal merupakan produk yang mudah rusak karena memiliki tingkat respirasi yang relatif tinggi setelah dipanen. Umur simpan jambu kristal dapat diperpanjang dengan menekan laju respirasi melalui pengemasan secara atmosfir termodifikasi di penyimpanan dingin. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh suhu terhadap laju respirasi dan menganalisis hubungan laju respirasi dengan suhu penyimpanan berdasarkan model Arrhenius, menganalisis perubahan parameter mutu produk selama penyimpanan, dan menentukan jenis kemasan dan suhu penyimpanan yang sesuai untuk mengurangi penurunan mutu jambu kristal. Hasil penelitian menunjukkan laju respirasi buah dipengaruhi oleh suhu penyimpanan, dimana laju respirasi semakin tinggi dengan semakin tingginya suhu penyimpanan. Dilihat dari pola respirasinya, buah jambu kristal termasuk golongan nonklimakterik. Model Arrhenius dapat menggambarkan hubungan laju respirasi terhadap suhu dengan nilai R2 untuk laju konsumsi O2 sebesar 0.9777 dan R2 untuk laju produksi CO2 sebesar 0.9433. Berdasarkan dari hasil simulasi yang telah dilakukan terhadap dua jenis kemasan yang berbeda untuk mendapatkan konsentrasi gas yang optimum, untuk stretch film diperoleh berat, tebal plastik, dan luas area kemasan berturut-turut adalah 0.447 kg. 0.57 mm, 0.02535 m2. Sedangkan kemasan LLDPE adalah 0.362 kg, 0.99 mm, 0.02535 m2. Kemasan yang terbaik untuk penyimpanan jambu kristal adalah kemasan stretch film yang disimpan pada suhu 5oC.
