Show simple item record

dc.contributor.advisorSudrajat, Agus Oman
dc.contributor.advisorArfah, Harton
dc.contributor.authorSari, Arisna
dc.date.accessioned2017-05-03T04:55:04Z
dc.date.available2017-05-03T04:55:04Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/84155
dc.description.abstractIkan lele (Clarias gariepinus) merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya air tawar yang memiliki nilai ekonomis serta tingkat permintaan yang tinggi. Kendala dalam pengembangan budidaya ikan lele, diantaranya adalah frekuensi induk memijah rendah dan terbatasnya jumlah induk betina yang matang gonad. Oleh karena itu, diperlukan teknologi dengan menggunakan induksi OODEV, tepung kunyit, dan kombinasi dari keduanya untuk meningkatkan performa reproduksi induk betina lele Sangkuriang guna memenuhi kebutuhan pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis performa reproduksi pada induk betina lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) yang diinduksi OODEV, tepung kunyit dan kombinasi dari keduanya diberikan melalui pakan. Penelitian ini dirancang secara faktorial dengan sembilan perlakuan yang merupakan kombinasi dari OODEV dan tepung kunyit (Curcuma longa) dengan jumlah ikan uji sebanyak 50 ekor/perlakuan. Dosis OODEV yang diujicoba sebanyak tiga dosis yaitu (0, 0,25, 0,5) ml/kg induk setiap dua minggu, sedangkan tepung kunyit yang diujicoba sebanyak tiga dosis yaitu (0, 0,25, 0,5) g/kg induk setiap dua minggu. Hasil menunjukkan bahwa pemberian OODEV mampu mempercepat pematangan gonad induk betina lele Sangkuriang dua kali lebih cepat dibandingkan tanpa pemberian OODEV. Dosis terbaik untuk mempercepat pematangan gonad dan meningkatkan performa reproduksi induk betina lele Sangkuriang didapatkan pada kombinasi pakan H0,25;K0,25 dengan dosis OODEV 0,25 ml/kg induk setiap dua minggu dan kunyit 0,25 g/kg induk setiap dua minggu. Pada perlakuan pakan H0,25;K0,25, masa rematurasi ikan lele menjadi lebih cepat yaitu selama 3,2 minggu dengan keberhasilan pemijahan 100%. Rata-rata jumlah telur yang dihasilkan adalah sebesar 61.400 ± 7.369 butir/kg induk, dengan nilai FR, HR, SR larva, dan panjang larva berturut-turut adalah sebesar 84 ± 5,33% , 87 ± 2,58%, 84 ± 4,14%, dan 2,09 ± 0,22 mm.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcAquacultureid
dc.subject.ddcReproductionid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcSubang-Jawa Baratid
dc.titlePengaruh Pemberian OODEV dan Tepung Kunyit (Curcuma longa) terhadap Performa Reproduksi Induk Betina Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus).id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordClarias gariepinusid
dc.subject.keywordOODEVid
dc.subject.keywordperforma reproduksiid
dc.subject.keywordtepung kunyitid
dc.subject.keywordwaktu rematurasiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record