Show simple item record

dc.contributor.advisorMurtini, Sri
dc.contributor.advisorPoetri, Okti Nadia
dc.contributor.authorRuhi, Suwarny
dc.date.accessioned2017-03-03T04:37:54Z
dc.date.available2017-03-03T04:37:54Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/83619
dc.description.abstractRabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus neurotropik genus Lyssavirus famili Rhabdoviridae dan dapat ditularkan dari hewan ke hewan lain maupun hewan ke manusia melalui saliva.Penyakit ini bersifat zoonosis dan berakibat fatal pada manusia, sehingga semua material yang dicurigai terinfeksi virus rabies harus ditangani dengan memperhatikan aspek keamanan sesuai dengan spesifikasi World Health Organization(WHO). Diagnosis penyakit rabies di Indonesia selama ini hanya berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan histopatologis preparat otak yang berasal dari hewan tersangka.Teknik diagnosa untuk mendeteksi virus rabies harus terus dikembangkan. Antigen dan antibodi standar sangat diperlukan untuk diagnosa rabies. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi antibodi standar terhadap virus rabies yang nantinya dapat di gunakan sebagai antibodi standar dan membandingkan dua metode purifikasi imunoglobulin yolk(IgY) spesifik rabies asal kuning telur. Kegiatan penelitian yang dilakukan meliputi produksi antibodi pada ayam petelur yang telah divaksinasi menggunakan antigen rabies terinaktivasi, pengukuran konsentrasi IgY dalam kuning telur, pemurnian IgY dari kuning telur, pengukuran konsentrasi total protein IgY, karakterisasi antibodi spesifik rabies, penentuan titer IgY anti rabies menggunakan ELISA. Kuning telur yang diketahui positif mengandung IgY spesifik rabies dimurnikan menggunakan dua metode yaitu : 1) pengendapan dengan NaCl; 2) teknik Water Soluble Fraction (WSF), dilanjutkan pengendapan dengan PEG 6000-amonium sulfat. Titer IgY spesifik di tentukan dengan uji ELISA dan karakterisasi protein dengan metode SDS-PAGE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibodi anti-rabies dapat dideteksi pada kuning telur pada minggu kedua setelah vaksinasi pertama. Purifikasi IgY dengan NaCl menghasilkan konsentrasi 331 μg/ml dan teknik WSF 184 μg/ml. Karakterisasi protein menggunakan SDS-PAGE menghasilkan pita protein pada teknik NaCl dengan berat molekul 164,16 kDa, 126,43 kDa, 97,36 kDa, 68,73 kDa, 40,76 kDa, 28,77 kDa dan teknik WSF dengan berat molekul 94,03 kDa, 65,61 kDa, dan 31,94 kDa. Titer antibodi spesifik menggunakan teknik NaCl lebih besar dari 0,5 EU/ml dan teknik WSF dengan titer antibodi di bawah 0,5 EU/ml . Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa IgY spesifik rabies dapat diproduksi pada ayam petelur dan menghasilkan antibodi yang titernya cukup tinggiid
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcMedical plantsid
dc.subject.ddcCurcuma Zedoariaid
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titlePreparasi Imunoglobulin Yolk (Igy) Spesifik Rabies Untuk Pengembangan Kit Diagnostikid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordRabiesid
dc.subject.keywordimmunoglobulin yolk (IgY)id
dc.subject.keywordkuning telurid
dc.subject.keywordayam petelurid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record