Show simple item record

dc.contributor.advisorPurwoko, Bambang Sapta
dc.contributor.advisorArdie, Sintho Wahyuning
dc.contributor.advisorDewi, Iswari Saraswati
dc.contributor.authorSafitri, Heni
dc.date.accessioned2017-03-02T05:00:59Z
dc.date.available2017-03-02T05:00:59Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/83509
dc.description.abstractKebutuhan beras di Indonesia terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, sehingga peningkatan produksi padi harus terus dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Berkurangnya lahan sawah irigasi yang merupakan pendukung utama produksi beras nasional ditambah dengan perubahan iklim global merupakan kendala dalam peningkatan produksi padi. Perubahan iklim dunia yang menyebabkan pemanasan global berakibat pada intrusi air laut ke daratan yang memicu salinitas di sepanjang lahan di daerah pantai. Usaha meningkatkan produksi beras nasional dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan antara lain dengan pemanfaatan lahan marginal, khususnya lahan salin di sepanjang pantai dan dengan penggunaan varietas unggul yang berdaya hasil tinggi dan toleran salinitas. Potensi lahan salin di Indonesia yang cukup luas dapat dimanfaatkan untuk penanaman padi, mengingat tanaman padi merupakan salah satu tanaman serealia yang potensial dibudidayakan pada lahan salin karena kemampuannya untuk hidup di lahan tergenang. Perakitan varietas unggul secara konvensional memerlukan waktu yang cukup lama, terutama dalam menghasilkan galur-galur murni yang homozigos dan proses seleksi. Penggunaan kultur antera yang dikombinasikan dengan uji cepat dalam penapisan genotipe padi terhadap salinitas pada fase bibit diharapkan dapat mempersingkat siklus pemuliaan dalam menghasilkan varietas unggul baru toleran salinitas. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan galur-galur padi dihaploid yang homozigos toleran salinitas melalui kultur antera, penapisan pada fase bibit dalam media hidroponik, penapisan di tanah salin dan evaluasi galurgalur dihaploid di lapangan. Studi toleransi beberapa plasma nutfah padi terhadap salinitas pada fase bibit dengan menggunakan media hidroponik yang mengandung 120 mM NaCl mengidentifikasi lima genotipe toleran (skor 3) yaitu Dendang, Inpara 5, Inpari 29, IR77674 dan IR81493; lima genotipe moderat toleran (skor 5) yaitu Cilamaya Muncul, Inpari 30, IR64, IR78788 dan Siak Raya; dua genotipe peka (skor 7) yaitu Banyuasin dan Mendawak; dan satu genotipe sangat peka (skor 9) yaitu Inpara 4. Inpara 4 merupakan genotipe sangat peka, sebanding dengan IR29, sehingga Inpara 4 dapat digunakan sebagai verietas pembanding peka pada penelitian-penelitian selanjutnya. Penentuan toleransi suatu genotipe terhadap salinitas dengan menggunakan skoring visual berdasarkan kerusakan daun pada bibit tanaman lebih dapat membedakan antara genotipe toleran dan peka dibandingkan dengan apabila penentuan toleransi menggunakan karakter agronomi bibit lainnya. Studi morfo-fisiologi beberapa genotipe padi pada beberapa konsentrasi NaCl menghasilkan metode penapisan genotipe-genotipe padi terhadap salinitas di tanah salin dengan menggunakan percobaan pot yang berisi tanah dan air (perbandingan 7:3) yang ditambah 40 mM NaCl (6.2 dS m-1). Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa genotipe toleran IR77674 dan IR81493 mempunyai mekanisme toleransi terhadap salinitas yang bersifat eksklusi, sedangkan Dendang dan Pokkali mempunyai mekanisme inklusi. Pembentukan populasi F1 dengan melakukan persilangan antara tetua padi berdaya hasil tinggi dengan tetua toleran salinitas menghasilkan 12 kombinasi persilangan yang terdiri atas enam persilangan antara tetua toleran/toleran dan enam persilangan antara tetua moderat/toleran. Tanaman F1 digunakan sebagai sumber antera dalam pembentukan galur-galur dihaploid padi melalui kultur antera. Teknik kultur antera telah menghasilkan 125 galur dihaploid, 60 galur (43%) diantaranya diuji lebih lanjut karakter agronomi dan toleransinya terhadap salinitas. Penapisan 60 galur padi dihaploid terhadap salinitas di kultur hara (hidroponik) yang mengandung 120 mM NaCl pada fase bibit menghasilkan 31 galur toleran (skor 3), 25 galur moderat toleran (skor 5) dan 4 galur peka (skor 7); sedangkan penapisan 60 galur padi dihaploid di tanah salin (40 mM NaCl) pada umur tanaman 60 hari menghasilkan 12 galur toleran (skor 3), 6 galur moderat toleran (skor 5), 14 galur peka (skor 7) dan 28 galur sangat peka (skor 9). Korelasi antara skor toleransi genotipe-genotipe padi pada media hidroponik dan di tanah salin adalah sangat signifikan positif. Skor toleransi suatu genotipe di tanah salin dapat 1-2 level lebih besar dibandingkan dengan skor toleransi suatu genotipe di media hidroponik. Dengan demikian, penapisan galur-galur padi pada media hidroponik pada fase bibit dapat digunakan sebagai dasar pemilihan galur, dimana galur-galur yang tergolong toleran dapat diuji lebih lanjut pada pengujian galurgalur padi di tanah atau lahan salin pada fase reproduktif. Evaluasi karakter agronomi dan daya hasil galur-galur padi dihaploid di lahan sawah irigasi non-salin menghasilkan 21 galur padi berpotensi hasil tinggi (>8 ton ha-1), sebanding dan/atau lebih tinggi dibandingkan dengan Ciherang (8.1 ton ha-1). Berdasarkan percobaan ini terpilih 32 galur yang diteruskan pada uji daya hasil pendahuluan (UDHP). Uji daya hasil pendahuluan terhadap 32 galur dihaploid dan 3 varietas pembanding mengalami kendala kekeringan di lapangan dimulai dari 8 minggu setelah tanam sehingga mengakibatkan penurunan pada penampilan agronomi dan hasil gabah. Rata-rata hasil gabah galur-galur dihaploid pada UDHP sebanding dengan Ciherang (3.4 ton ha-1). Tiga galur yaitu HS14-15-1-2, HS17-3-1-3 dan HS17-21-1-5 adalah galur toleran salinitas berdasarkan skor kerusakan daun pada uji pot di tanah salin (EC = 6.2 dS m-1). Galur-galur dihaploid ini perlu diuji kembali di lahan optimal dan lahan sub-optimal (lahan salin).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcPlant breedingid
dc.titlePengembangan Padi Toleran Salinitas Melalui Kultur Anteraid
dc.typeDissertationid
dc.subject.keyworddihaploidid
dc.subject.keyworddaya hasilid
dc.subject.keywordfase bibitid
dc.subject.keywordkultur anteraid
dc.subject.keywordNaClid
dc.subject.keywordOryza sativaid
dc.subject.keywordpenapisanid
dc.subject.keywordtanah salinid
dc.subject.keywordtoleran salinitasid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record