Show simple item record

dc.contributor.authorM. Djailani, Fernandy
dc.date.accessioned2017-03-01T04:38:47Z
dc.date.available2017-03-01T04:38:47Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/83404
dc.description.abstractKolagen umumnya diproduksi dari kulit dan tulang hewan darat antara lain sapi, babi dan unggas yang pada sejarahnya dapat terkena wabah sapi gila, penyakit mulut dan kuku, dan flu burung. Konsumsi sapi dan babi juga bertentangan dengan pemeluk agama tertentu. Hal ini membuka kesempatan untuk mencari alternatif bahan baku kolagen dari hewan perairan. Ekstraksi kolagen dari hasil samping industri perairan diantaranya kulit, sisik, dan tulang ikan telah banyak dilakukan. Salah satu hasil samping pengolahan ikan yang belum banyak diteliti adalah gelembung renang termasuk yang dari ikan cunang (Congresox talabon). Ekstraksi kolagen dari gelembung renang beberapa jenis ikan menghasilkan rendemen yang berbeda-beda disebabkan oleh metode ektraksi dan jenis ikan yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan kondisi optimal pre-treatment NaOH, ekstraksi optimal dengan metode ASC dan hidro-ekstraksi, serta informasi karakteristik kolagen hasil ASC dan hidro-ekstraksi gelembung renang ikan cunang. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap yaitu preparasi dan karakterisasi gelembung renang ikan cunang, optimasi pre-treatment NAOH dan optimasi ektraksi serta karakterisasi kolagen metode ASC pada 9ºC dan hidro-ekstraksi 40ºC. Rancangan percobaan yang digunakan pada tahap pre-treatment NaOH Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dan rancangan percobaan yang digunakan pada tahap optimasi ekstraksi adalah rancangan Box-Behnken metode respon permukaan (RSM). Proporsi gelembung renang ikan cunang yakni 0.59% dari berat total ikan. Gelembung renang memiliki kadar air 58.28%, protein 40.12%, karbohidrat 0.70%, Abu 0.47%, dan lemak 0.43%. Tahap pre-treatment NaOH terpilih kombinasi perlakuan konsentrasi 0.15 M NaOH dan lama waktu perendaman 10 jam mampu mereduksi protein non kolagen sebesar 0.27 mg/mL. Ekstraksi kolagen dari gelembung renang ikan cunang menggunakan metode ASC yang terpilih adalah kombinasi perlakuan konsentrasi asam asetat 0.64 M, volume asam asetat 40.03 mL dan waktu perendaman 71.57 jam yang optimal menghasilkan rendemen 59.26% (bk). Ekstraksi kolagen dari gelembung renang ikan cunang menggunakan metode hidro-ekstraksi yang terpilih adalah kombinasi perlakuan konsentrasi asam asetat 0.1 M, waktu perendaman asam asetat 1.68 jam dan waktu ekstraksi akuabides 1 jam yang optimal menghasilkan rendemen 63.84% (bk). Kolagen ASC dan hidroekstraksi memiliki karakteristik asam amino masing-masing didominasi oleh glisin 266 dan 275 (/1000 total residu), arginin 126 dan 192 (/1000 total residu), alanin 113 dan 134 (/1000 total residu), dan prolin 109 dan 134 (/1000 total residu). Gugus fungsi FTIR menunjukkan adanya amida a, amida b, amida I, amida II, dan amida III. Kolagen ASC dan hidro-ekstraksi merupakan kolagen tipe I dicirikan adanya rantai α1 dan α2. Suhu termal atau transisi gelasi kolagen ASC 63.88ºC dan hidroekstraksi 67.26ºC.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFish Preservationid
dc.subject.ddcFish Productid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBogor - Jawa Baratid
dc.titleOptimasi Ekstraksi Dan Karakterisasi Kolagen Dari Gelembung Renang Ikan Cunang (Congresox Talabon).id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordASCid
dc.subject.keywordgelembung-renangid
dc.subject.keywordhidro-ekstraksiid
dc.subject.keywordkolagenid
dc.subject.keywordRSMid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record