Show simple item record

dc.contributor.advisorSuryani, Ani
dc.contributor.advisorHartoto, Liesbetini
dc.contributor.advisorRahayu, Wuryaningsih Sri
dc.contributor.authorRivai, Mira
dc.date.accessioned2010-04-26T07:21:51Z
dc.date.available2010-04-26T07:21:51Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/8294
dc.description.abstractSurfaktan merupakan senyawa aktif pe nurun tegangan permukaan yang dapat diproduksi secara sintesis kimiawi ataupu i biokimiawi. Karakteristik utama surfaktan adalah memiliki gugus polar dan nonpolar pada molekul yang sama (molekul ampifilik) serta membentuk konfigur isi kepala-ekor. Surfaktan secara luas digunakan pada industri deterjen dan pro-luk pembersih lainnya, kosmetika dan produk perawatan diri, farmasi, pangan, per ambangan, cat dan pelapis, kertas, serta tekstil. Potensi Indonesia menjadi produsen su faktan yang menggunakan bahan baku minyak sawit sangat besar mengingat In Jonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia. Jenis surfal tan anionik yang paling banyak digunakan saat ini untuk produk-produk per abersih adalah linier alkilbenzen sulfonat (LAS) yang disintesis dari bahan jetrokimia. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap surfaktan yang disin esis dari petrokimia, maka perlu dicari alternatif surfaktan anionik lain yang berl ahan baku dari sumber yang dapat diperbarui, seperti minyak nabati. Alternatif surfaktan anionik yang paling prospektif adalah metil ester sulfonat (MES). Hal ini karena laju biodegradasi MES serupa dengan AS dan sabun, namun lebih cepat dibandingkan LAS. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatk in nisbah reaktan H2SO4 dan lama reaksi sulfonasi terbaik untuk menghasilkan urfaktan MES dan mendapatkan karakteristik surfaktan MES yang diperoleh dari perlakuan terbaik. Dalam penelitian ini dikaji pengaruh faktor nisbah me til ester dengan H2SO4 (faktor A) dan lama reaksi (faktor B) yang dibuat dalam suatu Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua kali ulangan. Taraf faktor A terdiri dari tiga taraf (1:1,2; 1:1,4; dan 1:1,6) dan faktor B terdiri dari tiga taraf (30, 45, dan 60 menit). Parameter yang diukur adalah nilai pH, warna, bilangan iod, bilangan asam, tegangan permukaan, tegangan antarmuka, stal ilitas emulsi, daya deterjensi dan stabilitas busa. Hasil analisis karakteristik MES yang dihasilkan memperlihatkan kisaran nilai pH MES hasil pemucatan 2,66-3,89 dan p 1 MES hasil netralisasi 6,56-6,88; warna ungu (nilai L berkisar antara 55,84-60,9); nilai a 2,97-3,34; nilai b-1,49 --4,32; Hue 310-330,70), bilangan iod 76,07-71,47 g iod/100 g sampel, bilangan asam 4,36-5,57 mg KOH/g sampel, memiliki nilai tegangan permukaan antara 32-36,3 mN/m, memiliki nilai tegangan antarmuka 1,5-5,9 mN/m, mampu meningkatkan stabilitas emulsi 4,17-76,76 persen, memiliki daya deterjensi 11,0-16 FTU Turbidity (37,5-100 persen), dan mampu mempertahankan busa 0,14-4,44 jam. ...
dc.titleKajian Pengaruh Nisbah Reaktan H2S04 dan Lama Reaksi Sulfonasi Terhadap Kinerja Surfaktan Metil Ester Sulfonat (MES) yang Dihasikanid
dc.subject.keywordSurfaktan
dc.subject.keywordMetil Ester Sulfonat (MES)
dc.subject.keywordSulfonasi
dc.subject.keywordMinyak Sawit
dc.subject.keywordKarakteristik


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record