Show simple item record

dc.contributor.advisorTanzihadan, Ikeu
dc.contributor.advisorSukandar, Dadang
dc.contributor.authorRahmariza, Emillia
dc.date.accessioned2017-01-30T07:53:08Z
dc.date.available2017-01-30T07:53:08Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82808
dc.description.abstractAnak balita merupakan anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang (Mary 2011). Pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan tulang, gigi, dan otot, sehingga anak balita membutuhkan makanan bergizi lebih banyak dalam proporsi tertentu (Mahan dan Stump 2008). Masa balita merupakan masa yang penting karena dimasa ini terjadi pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak di masa selanjutnya (Diasmarani 2011). Berdasarkan penelitian Marlina (2012) menemukan bahwa status gizi dan perkembangan balita juga dipengaruhi oleh pengasuhan orang tua. Kualitas pengasuhan yang diberikan ibu mempunyai peranan penting bagi perkembangan anak. Anak balita yang memperoleh kualitas pengasuhan yang lebih baik, kemungkinan besar akan memiliki angka kesakitan yang rendah dan status gizi yang baik. Masalah yang sering timbul pada anak usia sekolah adalah dalam pemberian makanan yang bergizi dan berimbang yang tidak benar dan menyimpang. Bukan hanya itu saja, anak terbiasa melakukan kegiatan dengan bantuan alat-alat yang serba praktis, sehingga anak menjadi mudah lelah ketika melakukan kegiatan fisik yang bersifat aktif (Judarwanto 2005). Remaja merupakan kelompok manusia yang berada di antara usia kanak-kanak dan dewasa yang sering kali disebut adolescence (adolescere dalam bahasa latin) yang secara luas berarti masa tumbuh dan berkembang untuk mencapai kematangan mental, emosional, sosial dan fisik. Masa remaja merupakan masa yang penting dalam perkembangan individu karena pada masa ini remaja mengalami perubahan yang mendasar dalam hal pubertas, kemampuan berpikir yang lebih tinggi dan peralihan peran-peran yang baru di dalam masyarakat. Ketiga hal ini menunjuk pada perubahan biologis, kognitif dan sosial (Steinberg 1993). Prevalensi kekurusan (berdasarkan IMT/U) pada remaja umur 16-18 tahun di Jawa Barat adalah 10%. Tujuan umum penelitian ini adalah mengkaji pola asuh kesehatan, asupan gizi, dan status gizi pada anak balita, anak usia sekolah, dan remaja. Secara khusus penelitian ini bertujuan: 1) menganalisis karakteristik keluarga pada anak balita, anak usia sekolah, dan remaja; 2) menganalisis perbedaan pola asuh kesehatan, pengetahuan gizi ibu, asupan gizi, dan status gizi pada anak balita, anak usia sekolah, dan remaja; 3) menganalisis pengaruh karakteristik keluarga, pola asuh kesehatan, pengetahuan gizi ibu, asupan gizi terhadap status gizi pada anak balita, anak usia sekolah, dan remaja. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan lokasi penelitian yaitu di Kelurahan Cipayung jaya dan Kelurahan Bojong Pondok Terong, Depok. Total sampel sebanyak 120 orang, 60 orang di kelurahan cipayung jaya dan 60 orang dikelurahan bojong pondok terong. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara sengaja dengan kriteria antara lain : (1) sampel memiliki anak yang berusia 0-18 tahun dan (2) bersedia dijadikan sebagai sampel. Data yang diambil meliputi data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data karakteristik keluarga (nama ibu, usia ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga, dan jumlah anak); data karakteristik contoh (nama contoh, usia contoh, jenis kelamin contoh, dan berat badan lahir contoh); data konsumsi pangan contoh; data pengetahuan ibu tentang gizi; data pola asuh kesehatan; dan data status gizi (berat badan dan tinggi badan). Analisis data menggunakan Microsoft Excel 2013, SPSS version 20.0 for Windows dan SAS version 9.1 for Windows. Analisis statistik yang digunakan adalah uji beda menggunakan one way ANOVA dengan uji lanjut duncan untuk melihat perbedaan pola asuh kesehatan, asupan gizi, pengetahuan ibu terhadap gizi, dan status gizi antara balita, anak usia sekolah dan remaja. Uji regresi linear berganda dengan metode stepwise digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kecukupan energi, tingkat kecukupan protein, tingkat kecukupan karbohidrat, tingkat kecukupan kalsium, tingkat kecukupan besi pada balita, anak usia sekolah, dan remaja. Terdapat pengaruh pola asuh kesehatan terhadap status gizi berat badan menurut umur pada balita. Tinggi badan menurut umur pada balita dipengaruhi oleh tingkat kecukupan kalsium. Berat badan menurut tinggi badan pada balita dipengaruhi oleh pengetahuan gizi ibu, tingkat kecukupan vitamin C, dan tingkat kecukupan karbohidrat. Pada anak usia sekolah, status gizi tinggi badan menurut umur dipengaruhi oleh tingkat kecukupan vitamin C, pengetahuan gizi ibu, dan pendidikan ibu. Status gizi IMT/U pada anak usia sekolah dipengaruhi oleh pengetahuan gizi ibu. Demikian juga pada anak remaja, status gizi tinggi badan menurut umur dipengaruhi oleh pengetahuan gizi ibu. Status gizi IMT/U pada remaja dipengaruhi oleh pendidikan ibu.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcNutritionid
dc.subject.ddcNutritinal statusid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titleKajian Pola Asuh Kesehatan, Asupan Gizi, Dan Status Gizi Padaanak Balita, Anak Usia Sekolah, Dan Remajaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordpola asuh kesehatanid
dc.subject.keywordasupan giziid
dc.subject.keywordstatus giziid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record