Show simple item record

dc.contributor.advisorRomli, Muhammad
dc.contributor.advisorSuprihatin
dc.contributor.advisorPari, Gustan
dc.contributor.authorAprita, Ika Rezvani
dc.date.accessioned2017-01-30T07:46:30Z
dc.date.available2017-01-30T07:46:30Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82767
dc.description.abstractKebutuhan energi yang terus meningkat, dan disisi lain sumber energi dari bahan baku fosil yang berasal dari sumber daya alam semakin menipis. Sumber energi alternatif yang terbarukan seperti biobriket dan biopelet yang berasal dari biomassa atau limbah menjadi salah satu solusi dari permasalahan ini. Sektor agro industri yang terus tumbuh dan berkembang mempunyai potensi untuk menghasilkan limbah baik pada saat proses persiapan bahan baku dan proses produksi maupun pada proses pengolahannya. Ampas kopi dan cangkang biji kopi merupakan limbah yang dihasilkan pada proses produksi dan pengolahan biji kopi. Limbah biomassa ini berpotensi digunakan sebagai bahan baku pembuatan biobriket dan biopelet karena mempunyai nilai kalor yang cukup tinggi. Biobriket merupakan gumpalan atau batangan arang yang terbuat dari arang limbah organik yang telah dicetak sedemikian rupa dengan daya tekanan tertentu. Biopelet adalah bahan bakar berbasis biomassa padat dengan bentuk padat. Pirolisis merupakan tahap awal dalam pembakaran, dapat didefinisikan sebagai thermal degradation dalam ruangan yang tidak mendapatkan aliran udara masuk. Proses pirolisis berlangsung pada suhu antara 200oC-600oC. Kadar air yang hilang, kadar zat mudah menguap yang menurun memberikan pengaruh yang lebih baik dari karakteristik awal biomassa. Proses yang digunakan adalah pengempaan dengan suhu dan tekanan tinggi sehingga membentuk produk yang seragam. Tujuan dari penelitian adalah untuk memperoleh perbandingan komposisi campuran, konsentrasi perekat, jenis kondisi bahan baku yang terbaik antara ampas kopi dengan cangkang biji kopi dalam pembuatan biobriket dan biopelet serta kualitas biobriket dan biopelet yang dihasilkan dari parameter kadar air, kadar zat mudah menguap, kadar abu, kadar karbon terikat, kerapatan, keteguhan tekan dan nilai kalor. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap beberapa faktor yaitu komposisi campuran ampas kopi dan cangkang biji kopi, konsentrasi perekat serta kondisi bahan baku terhadap kualitas biopelet dan biobriket campuran. Komposisi campuran yang digunakan yaitu (0:100), (25:75), (50:50), (75:25), (100:0) konsentrasi perekat yang digunakan yaitu 10%, 20%, 30% serta kondisi bahan yang digunakan yaitu campuran antara ampas kopi dengan arang cangkang biji kopi yang dipirolisis pada suhu 200C dan 400C dan arang ampas kopi dengan arang cangkang biji kopi yang dipirolisis pada suhu 200C dan 400C. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa biopelet dengan kondisi jenis bahan baku ampas kopi mentah dan cangkang biji kopi kopi mentah diperoleh perlakuan terbaik pada perlakuan kombinasi campuran ampas kopi dan cangkang biji kopi (75:25) dengan konsentrasi perekat 10% dengan nilai kalor 4824 kal/g. Dari ketiga jenis kondisi bahan baku biopelet campuran ampas kopi dan cangkang biji kopi dengan lima komposisi pada konsentrasi 10%, hasil terbaik diperoleh pada perlakuan kombinasi campuran (25:75) dengan kondisi bahan baku campuran ampas kopi (AK) dengan arang cangkang biji kopi yang dipirolisis pada suhu 400C (KK 400), yang menghasilkan nilai kalor sebesar 5479 kal/g. Perbandingan antara kedua jenis kondisi bahan baku biobriket pada konsentrasi perekat 10% hasil terbaik diperoleh pada perlakuan kombinasi campuran (25:75) dengan kondisi bahan baku campuran arang ampas kopi (AAK) dengan arang cangkang biji kopi yang dipirolisis pada suhu 400C (KK 400), yang menghasilkan nilai kalor sebesar 7465 kal/g. Dari perbandingan antara Biobriket dan Biopelet dengan konsentrasi perekat 10% maka hasil terbaik diperoleh pada perlakuan kombinasi campuran (25:75) dengan kondisi bahan baku campuran biobriket yaitu arang ampas kopi (AAK) dengan arang cangkang biji kopi yang dipirolisis pada suhu 400C (KK 400) yang menghasilkan nilai kalor sebesar 7465 kal/g.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAgricultural Operationsid
dc.subject.ddcProduct of Agricultureid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleProduksi Biopelet Dan Biobriket Ampas Seduhan Dan Cangkang Biji Kopi Dengan Dan Tanpa Pra Perlakuan Bahan Pada Berbagai Komposisi Perekat.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordAmpas kopiid
dc.subject.keywordbiopeletid
dc.subject.keywordbiobriketid
dc.subject.keywordcangkang biji kopiid
dc.subject.keywordpirolisisid
dc.subject.keywordnilai kalorid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record