Show simple item record

dc.contributor.advisorSuliantari
dc.contributor.advisorDewanti-Hariyadi, Ratih
dc.contributor.authorSinaga, Yesica M. R. Sinaga
dc.date.accessioned2017-01-30T07:19:53Z
dc.date.available2017-01-30T07:19:53Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82662
dc.description.abstractCronobacter sakazakii merupakan bakteri patogen bawaan pangan yang telah diasosiasikan dengan penyakit septisemia, meningitis dan enterokolitis pada bayi yang baru lahir akibat konsumsi susu formula bubuk. Bakteri ini memiliki kemampuan untuk bertahan dalam kondisi suboptimal seperti Aw rendah. Selain itu bakteri ini dilaporkan dapat membentuk biofilm pada permukaan kontak pangan seperti silikon, lateks, polikarbonat, dan stainless steel yang dapat menjadi sumber kontaminasi. Sebagai mekanisme pertahanan pada lingkungan yang tidak menguntungkan, bakteri yang bukan pembentuk spora dapat memasuki kondisi viable but nonculturable (VBNC). Bakteri yang berada pada kondisi VBNC masih memiliki viabilitas tetapi tidak dapat membentuk koloni pada media agar. Keberadaan Cronobacter spp. dalam kondisi VBNC dapat menjelaskan hasil negatif yang diperoleh pada pengujian sampel susu formula bubuk atau produk lainnya yang terkontaminasi bakteri tersebut. Pengamatan kondisi VBNC menggunakan bakteri mutan yang dilabel GFP (green fluorescent protein) telah dilaporkan. Selain itu, bakteri C. sakazakii pGFPuv mutan diketahui memiliki tingkat pertumbuhan yang sama dengan wildtype (WT). Hasil penelitian sebelumnya menggunakan C. sakazakii pGFPuv mutan menunjukkan densitas biofilm bakteri yang dihitung menggunakan direct microscopic count (DMC) berbeda dari hitungan menggunakan media agar. Hal ini diduga karena bakteri tersebut memasuki kondisi VBNC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri Cronobacter sakazakii memasuki kondisi VBNC selama pembentukan biofilm pada permukaan pelat stainless steel (SS) dan kemampuannya untuk diresusitasi. C. sakazakii YRt2a mutan pGFPuv dan wildtype (WT) yang sebelumnya diisolasi dari susu formula bubuk digunakan dalam penelitian ini. Biofilm dibentuk pada permukaan SS dalam 1/10 Trypticase Soy Broth (TSB). Kulturabilitas biofilm diamati dengan menyeka dan menumbuhkan sel sesil WT dan mutan berturut-turut ke dalam media Trypticase Soy Agar (TSA) atau TSA yang mengandung 100 μg/mL ampisilin (TSAA). Sementara itu, viabilitas sel sesil dihitung dengan mikroskop fluoresens menggunakan direct microscopic count (DMC) untuk isolat mutan dan direct viable count (DVC) untuk WT. Biofilm C. sakazakii mutan pGFPuv pada pelat SS berada dalam kondisi VBNC pada pengamatan hari ke-25, sementara biofilm C. sakazakii WT masih dapat dikulturkan sampai pengamatan hari ke-63. Natrium piruvat di dalam media padat dan cair tidak mampu meresusitasi sel biofilm C. sakazakii pGFPuv dalam kondisi VBNC. C. sakazakii mutan lebih cepat memasuki kondisi VBNC dibandingkan isolat WT. Nutrisi yang semakin berkurang diduga mengakibatkan biofilm C. sakazakii pGFPuv memasuki VBNC.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFood Scienceid
dc.subject.ddcFood Preservationid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleKondisi Viable But Nonculturable Cronobacter Sakazakii Selama Pembentukan Biofilmid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordbiofilmid
dc.subject.keywordCronobacter sakazakiiid
dc.subject.keywordnatrium piruvatid
dc.subject.keywordpGFPuvid
dc.subject.keywordviable but nonculturableid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record