Show simple item record

dc.contributor.advisorSejati, Nawasari Indah Putri
dc.contributor.authorSejati, Nawasari Indah Putri
dc.date.accessioned2017-01-30T07:08:48Z
dc.date.available2017-01-30T07:08:48Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82607
dc.description.abstractKayu manis merupakan salah satu pangan yang umum digunakan dalam pengobatan diabetes baik dalam bentuk bubuk maupun ekstrak. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak larut air kayu manis (cinnulin) memiliki pengaruh yang positif bagi kesehatan penderita diabetes melitus tipe-2 (DMT2). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan cinnulin dalam produk minuman teh Camelia sinensis instan terhadap kesehatan penderita DMT2 berupa profil glukosa darah postprandial (GDPP), kadar malondialdehida (MDA), SGOT SGPT, HbA1C, insulin, dan senyawa penanda inflamasi (IL-6 dan COX-2). Penelitian dilakukan dengan metode single blind study pada 33 responden DMT2 di Kecamatan Dramaga, Bogor. Responden dibagi menjadi 3 grup yaitu grup yang diberi minuman cinnulin, grup yang diberi minuman teh, dan grup kontrol yang tidak diberi kedua produk minuman. Minuman cinnulin memiliki komposisi ekstrak kayu manis yang setara dengan 255 mg cinnulin, ekstrak teh hijau dan teh hitam, sorbitol, dan perisa alami kayu manis sedangkan minuman teh memiliki komposisi yang sama tetapi tidak mengandung cinnulin. Produk dikemas dalam alumunium foil dengan berat 2,5 g per bungkus. Responden diminta mengonsumsi 2 bungkus per hari pada pagi dan sore hari selama 5 minggu dengan compliance rate 80%. Profil GDPP ketiga grup tidak mengalami perubahan yang signifikan tetapi grup kontrol mengalami penurunan pola yang selaras dengan perubahan kadar HbA1C. Kadar HbA1C grup kontrol mengalami penurunan sebesar -42,49% dan berbeda nyata dengan kedua grup minuman (penurunan -1,81% untuk grup cinnulin dan peningkatan sebesar 12,39% untuk grup teh). Analisis SGOT SGPT hanya dilakukan pada grup teh dan cinnulin dimana nilai SGOT SGPT sebagai marker fungsi hati masih berada dalam kisaran normal dan umumnya tidak mengalami penurunan yang signifikan setelah intervensi. Kadar MDA plasma setiap grup tidak mengalami perubahan yang signifikan setelah intervensi bahkan mengalami peningkatan yang diduga sebagai akibat dari konsumsi lemak harian responden yang melebihi 30% dan konsumsi sayur dan buah yang masih dibawah anjuran pedoman gizi seimbang. Hasil analisis senyawa penanda inflamasi (IL-6 dan COX-2) menunjukkan penurunan yang signifikan setelah konsumsi minuman cinnulin selama 5 minggu masing-masing sebesar -23,39% dan -27,46%. IL-6 grup teh mengalami penurunan tetapi tidak signifikan, sedangkan grup kontrol justru mengalami peningkatan IL-6 secara signifikan. Enzim COX-2 tiap grup mengalami penurunan yang signifikan (di dalam dan antar grup, p<0,05). Kadar insulin grup cinnulin pun mengalami peningkatan sebesar 28,15% yang berbeda nyata dengan grup kontrol dan teh (p=0,000, Duncan). Minuman cinnulin sedikit menurunkan HbA1C, menekan keberadaan senyawa proinflamasi serta meningkatkan kadar insulin plasma tetapi tidak untuk parameter lainnya.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFood Scienceid
dc.subject.ddcCinnulinid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titlePengaruh Minuman Yang Diperkaya Cinnulin Terhadap Parameter Diabetik Responden Diabetes Melitus Tipe-2.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordcinnulinid
dc.subject.keyworddiabetes tipe-2id
dc.subject.keywordHbA1Cid
dc.subject.keywordinflamasiid
dc.subject.keywordinsulinid
dc.subject.keywordMDA.id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record