Show simple item record

dc.contributor.advisorKamal, Mohammad Mukhlis
dc.contributor.advisorYonvitner
dc.contributor.authorSulistyowati, Beta Indi
dc.date.accessioned2016-12-09T06:50:14Z
dc.date.available2016-12-09T06:50:14Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82185
dc.description.abstractKerapu adalah anggota dari famili Epinephelidae yang memainkan peran penting secara ekologi pada ekosistem terumbu karang sebagai predator tingkat atas. Secara ekonomi, kerapu merupakan target penangkapan nelayan yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.Pulau Karimunjawamerupakan pulau yang termasuk dalam 26 gugusan pulau di Taman Nasional Karimunjawa. Di sekitar perairannya merupakan daerah kaya akan terumbu karang yang merupakan habitat khusus kerapu. Nilai ekonomis kerapu yang tinggi mendorong intensitas eksploitasi penangkapan dengan berbagai cara dan sering berpotensi merusak terumbukarang. Penelitian dilakukan pada April 2015 di Desa Karimunjawa Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Propinsi Jawa Tengah. Desa Karimunjawa merupakan pulau yang termasuk dalam gugusan kepulauan Karimunjawa di bawah pengelolaanTaman Nasional Karimunjawa.Pendataan dilakukan dengan mencatat hasil tangkapan ikan (spesies, panjang total, alat tangkap, dan lokasi tangkapan harian kerapu)yang didaratkan pada tiga tempat pendaratan ikan terbesar di Desa Karimunjawa dan ditangkap dari perairan Taman Nasional Karimunjawa.Wawancara dilakukan terhadap nelayan (bubu, pancing, panah), rumah tangga perikanan (pengepul/pedagang) dan lembaga (pemerintahan/non pemerintahan). Dari penilaian perikanan melalui indicator EAFM didapatkan kondisi pengelolaan perikanan kerapu di Karimunjawa termasuk dalam kategori sedang (nilai70.59).Penerapan indikator EAFM dalam praktek pemanfaatan kerapu di Karimunjawa pada domain SDI, habitat dan ekosistem dinilai baik, pada domain teknologi penangkapan, sosial, dan kelembagaan dinilai sedang, dan pada domain ekonomi dinilai buruk. Strategi pengelolaan perikanan kerapu dimulai dari strategi pengembangan social sampai dengan mempertahankan strategi yang sudah ada (maintain existing strategy). Rumusan langkah taktis tersebut yaitu: pembuatan rencana pengelolaan perikanan kerapu, pengaturan selektifitas alat tangkap sesuai Lm spesies, waktu dan lokasi penangkapan, pembatasan jumlah alat tangkap panah dan pancing serta memberi penyuluhan penggunaan alat tangkap, penambahan zona inti untuk lokasi Spawning Aggregation(SPAG) yang tidak termasuk pada zona inti, peningkatan pengawasan penangkapan destruktif/ilegal, penggunaan panduan alat tangkap, pengurangan alat tangkap panah dan pancing, pendampingan kesepakatan disesuaikan kondisi sumberdaya ikan, sosialisasi zona inti dan perlindungan yang lebih massif dan penegakan hokum terhadap nelayan yang menangkap di zona tersebut, optimasi penegakan aturan, pembentukan kelompok kerja dan mengadakan pertemuan rutin.id
dc.language.isoidid
dc.subject.ddcFisheriesid
dc.subject.ddcFish seawaterid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcJepara-Jawa Tengahid
dc.titlePengelolaan Sumberdaya Perikanan Kerapudengan Pendekatan Ekosistem (Studi Kasus Di Pulau Karimunjawa) Taman Nasional Karimunjawaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordKeputusan taktisid
dc.subject.keywordKerapuid
dc.subject.keywordStrategiid
dc.subject.keywordPendekatan ekosistemid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record