Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Kerapudengan Pendekatan Ekosistem (Studi Kasus Di Pulau Karimunjawa) Taman Nasional Karimunjawa
View/ Open
Date
2016Author
Sulistyowati, Beta Indi
Kamal, Mohammad Mukhlis
Yonvitner
Metadata
Show full item recordAbstract
Kerapu adalah anggota dari famili Epinephelidae yang memainkan peran
penting secara ekologi pada ekosistem terumbu karang sebagai predator tingkat
atas. Secara ekonomi, kerapu merupakan target penangkapan nelayan yang
mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.Pulau Karimunjawamerupakan pulau yang
termasuk dalam 26 gugusan pulau di Taman Nasional Karimunjawa. Di sekitar
perairannya merupakan daerah kaya akan terumbu karang yang merupakan habitat
khusus kerapu. Nilai ekonomis kerapu yang tinggi mendorong intensitas
eksploitasi penangkapan dengan berbagai cara dan sering berpotensi merusak
terumbukarang.
Penelitian dilakukan pada April 2015 di Desa Karimunjawa Kecamatan
Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Propinsi Jawa Tengah. Desa Karimunjawa
merupakan pulau yang termasuk dalam gugusan kepulauan Karimunjawa di
bawah pengelolaanTaman Nasional Karimunjawa.Pendataan dilakukan dengan
mencatat hasil tangkapan ikan (spesies, panjang total, alat tangkap, dan lokasi
tangkapan harian kerapu)yang didaratkan pada tiga tempat pendaratan ikan
terbesar di Desa Karimunjawa dan ditangkap dari perairan Taman Nasional
Karimunjawa.Wawancara dilakukan terhadap nelayan (bubu, pancing, panah),
rumah tangga perikanan (pengepul/pedagang) dan lembaga (pemerintahan/non
pemerintahan). Dari penilaian perikanan melalui indicator EAFM didapatkan
kondisi pengelolaan perikanan kerapu di Karimunjawa termasuk dalam kategori
sedang (nilai70.59).Penerapan indikator EAFM dalam praktek pemanfaatan
kerapu di Karimunjawa pada domain SDI, habitat dan ekosistem dinilai baik, pada
domain teknologi penangkapan, sosial, dan kelembagaan dinilai sedang, dan pada
domain ekonomi dinilai buruk.
Strategi pengelolaan perikanan kerapu dimulai dari strategi pengembangan
social sampai dengan mempertahankan strategi yang sudah ada (maintain existing
strategy). Rumusan langkah taktis tersebut yaitu: pembuatan rencana pengelolaan
perikanan kerapu, pengaturan selektifitas alat tangkap sesuai Lm spesies, waktu
dan lokasi penangkapan, pembatasan jumlah alat tangkap panah dan pancing serta
memberi penyuluhan penggunaan alat tangkap, penambahan zona inti untuk
lokasi Spawning Aggregation(SPAG) yang tidak termasuk pada zona inti,
peningkatan pengawasan penangkapan destruktif/ilegal, penggunaan panduan alat
tangkap, pengurangan alat tangkap panah dan pancing, pendampingan
kesepakatan disesuaikan kondisi sumberdaya ikan, sosialisasi zona inti dan
perlindungan yang lebih massif dan penegakan hokum terhadap nelayan yang
menangkap di zona tersebut, optimasi penegakan aturan, pembentukan kelompok
kerja dan mengadakan pertemuan rutin.
Collections
- MT - Fisheries [3247]

