Show simple item record

dc.contributor.advisorJunior, Muhammad Zairin
dc.contributor.advisorSuprayudi, Muhammad Agus
dc.contributor.authorWahyudi, Denny
dc.date.accessioned2016-08-30T04:05:23Z
dc.date.available2016-08-30T04:05:23Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/81417
dc.description.abstractIkan betutu dapat memijah sepanjang tahun, tetapi memiliki tingkat kematian yang tinggi pada fase perkembangan larva. Hal ini menjadi kendala dalam budidaya ikan betutu. Kematian yang tinggi pada tahap awal perkembangan larva ikan betutu diduga karena kualitas telur yang kurang baik, sehingga menyebabkan cadangan energi pada kuning telur habis sebelum ikan mampu mencari makanan dari luar. Salah satu penentu kualitas kuning telur adalah asupan nutrisi pada pakan induk. Berdasarkan hal tersebut, perlu upaya untuk meningkatkan kualitas telur dengan penambahan nutrien pada pakan induk ikan betutu. Salah satu nutrien yang dapat diberikan pada pakan induk untuk memperbaiki kinerja reproduksi dan kualitas telur adalah vitamin E. Vitamin E atau biasa disebut α-tokoferol memiliki fungsi utama sebagai antioksidan yang mencegah oksidasi asam lemak tak jenuh. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian vitamin E terhadap kinerja reproduksi ikan betutu. Ikan betutu yang digunakan pada penelitian ini memiliki bobot 100-275 gr. Ikan diberi pakan cacing tanah yang memiliki bobot 1-1,5 gram ekor-1 secara at satiation yang telah disuntik vitamin E dengan perlakuan dosis yang berbeda. Perlakuan dosis yang diberikan meliputi kontrol (A), 200 mg vitamin E kg-1 cacing tanah (B), 400 mg vitamin E kg-1 cacing tanah (C), 800 mg vitamin E kg-1 cacing tanah (D) dan 1.600 mg vitamin E kg-1 cacing tanah (E). Perlakuan diberikan selama 60 hari dan setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Parameter uji yang diukur antara lain konsentrasi estradiol darah, diameter telur, gonadosomatic index (GSI), histologi gonad, vitamin E gonad, konsentrasi kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) darah, konsentrasi kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) darah, total kolesterol darah, dan trigliserida darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vitamin E memberikan pengaruh terhadap peningkatan konsentrasi kolesterol, konsentrasi estradiol darah, konsentrasi kolesterol HDL darah, trigliserida, dan konsentrasi kolesterol LDL darah untuk setiap perlakuan pada hari ke-30. Ukuran diameter telur pada perlakuan D (1,20-1,39 mm) memiliki frekuensi tertinggi dibandingkan dengan perlakuan A, B, C, dan E. Gonadosomatic index (GSI) pada percobaan B menunjukkan hasil yang terendah. Hal ini selaras dengan hasil histologi gonad yang menunjukkan bahwa perkembangan gonad perlakuan B lebih lambat dibandingkan dengan perlakuan C, D, dan E. Konsentrasi vitamin E gonad pada perlakuan D menunjukkan hasil tertingi dibandingkan perlakuan A, B, C dan E. Jadi dapat disimpulkan vitamin E yang diberikan kepada induk ikan betutu mampu meningkatkan kinerja reproduksi ikan betutu. Penambahan vitamin E sebesar 800 mg vit. E kg cacing tanah-1 mampu mempercepat proses pematangan gonad ikan betutu.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricutural University (IPB)id
dc.subject.ddcAquacultureid
dc.subject.ddc2014id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titlePengaruh Pemberian Vitamin E (Α-Tokoferol) Terhadap Kinerja Reproduksi Ikan Betutu (Oxyeleotris Marmorata).id
dc.typeThesisid
dc.subject.keyworddiameter telurid
dc.subject.keywordestradiolid
dc.subject.keywordgonadosomatic indexid
dc.subject.keywordikan betutuid
dc.subject.keywordvitamin Eid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record