Show simple item record

dc.contributor.advisorJuanda, Bambang
dc.contributor.authorBimantara, Mochamad Sauqi
dc.date.accessioned2016-05-26T04:28:30Z
dc.date.available2016-05-26T04:28:30Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80657
dc.description.abstractSelama satu setengah dekade berjalannya desentralisasi fiskal di Indonesia, pelaksanaan dan formulasi pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) belum memenuhi tujuannya yakni untuk mempercepat pertumbuhan dan pembangunan. Oleh karena itu, DAK dengan menggunakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) diperlukan karena lebih melihat kebutuhan yang diperlukan suatu daerah. Bidang pendidikan merupakan salah satu dari tiga bidang utama pelayanan dasar. Peningkatan dan pemerataan pendidikan yang baik diperlukan oleh suatu negara untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. Penelitian ini menganalisis perhitungan DAK SPM dan kemudian membandingkan besaran alokasi dengan menggunakan formula saat ini (existing) dan formula DAK SPM dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita, tingkat kemiskinan, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah tersebut menggunakan analisis korelasi. Hasil penelitian ini DAK SPM memiliki keterkaitan yang lebih kuat terhadap PDRB per kapita, tingkat kemiskinan dan IPM dibandingkan dengan DAK existing. .id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcFiscal policyid
dc.subject.ddc2013id
dc.titleReformulasi Dana Alokasi Khusus Untuk Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikanid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordAnalisis Korelasiid
dc.subject.keywordDana Alokasi Khususid
dc.subject.keywordFormulasi Standar Pelayanan Minimalid
dc.subject.keywordPendidikanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record