Show simple item record

dc.contributor.advisorArkeman, Yandra
dc.contributor.advisorHambali, Erliza
dc.contributor.advisorGaspersz, Vincent
dc.contributor.advisorSaharjo, Bambang Hero
dc.contributor.authorSampebatu, Laurinciana Sambuanga
dc.date.accessioned2016-05-19T07:14:42Z
dc.date.available2016-05-19T07:14:42Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80614
dc.description.abstractPenggunaan lahan dan perubahan penggunaan lahan atau yang dikenal dengan land use and land use change (LULUC) merupakan suatu proses pilihan pemanfaatan ruang untuk memperoleh manfaat yang optimum. Perubahan penggunaan lahan yang baik adalah perubahan penggunaan lahan yang berkelanjutan, yaitu perubahan penggunaan lahan yang dimaksudkan untuk mengoptimalkan manfaat lahan di masa sekarang dengan cara-cara yang memastikan agar manfaat yang sama juga dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang. Dalam rangka pengembangan produksi bioenergi dilakukan sebuah proses perencanaan perubahaan penggunaan lahan yang memastikan dampak yang sekecil-kecilnya terhadap lingkungan. Perluasan kebun kelapa sawit untuk bioenergi, memiliki peluang memberi pengaruh baik atau juga buruk terhadap peningkatan jumlah emisi CO2, tergantung pada jenis tutupan lahan yang dikonversi menjadi kebun kelapa sawit. Jika lahan yang digunakan untuk kelapa sawit berasal dari lahan dengan jumlah karbon stok yang tinggi, maka perubahan penggunaan lahan tersebut akan menyebabkan pelepasan CO2 yang besar ke atmosfer. Sebaliknya, jika lahan asal yang digunakan untuk kelapa sawit adalah lahan dengan kandungan karbon yang rendah, maka perubahan menjadi kebun kelapa sawit akan meningkatkan serapan karbon, atau sering disebut dengan carbon positif. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengidentifikasi sumber emisi dari penggunaan lahan dan perubahan penggunaan lahan akibat pengembangan kelapa sawit dan perhitungan perubahan penggunaan lahan akibat pengembangan kelapa sawit, 2) Menganalisis emisi gas CO2 akibat perubahan penggunaan lahan karena pengembangan kelapa sawit dengan menggunakan REDD Abacus SP dan 3) Merancang model penggunaan dan perubahan penggunaan lahan berdasarkan emisi gas CO2 untuk pengembangan bahan baku biodiesel kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan beberapa metode dalam pencapaian tujuan penelitian. Identifikasi jenis penggunaan lahan dari peta penggunaan lahan tahun 2009 dan tahun 2011 di Propinsi Riau, luas dan letak kebun kelapa sawit menggunakan Geographycal Information System (GIS). Perubahan kandungan karbon dan emisi CO2 menggunakan metode Intergovernmental Panel of Climate Change (IPCC) dengan REDD Abacus SP. Sedangkan model penggunaan lahan dan perubahan penggunaan lahan mengggunakan Algoritma Genetika. Hasil identifikasi jenis penggunaan lahan diperoleh 22 jenis tutupan lahan yang diadopsi dari Kementrian Lingkungan Hidup. Perubahan penggunaan lahan di Propinsi Riau tahun 2009 dan tahun 2011 sebesar 23 287 ha. Sedangkan untuk perubahan penggunaan lahan karena konversi kelapa sawit di Propinsi Riau terdapat penambahan luas sebesar 177 138 ha. Jenis lahan awal dari kelapa sawit, sebagian besar terdapat di daerah perkebunan (58%), dan persentase terbesar v kedua terdapat di daerah belukar sebesar 9.4%. Net Emisi CO2 akibat konversi lahan menjadi kelapa sawit sebesar 7.1 juta ton CO2e/tahun. Perancangan model Penggunan Lahan dan Perubahan penggunaan lahan (LULUC) untuk Agroindustri Biodiesel Kelapa Sawit Berkelanjutan merupakan model dengan minimasi emisi CO2 menggunakan algoritma genetika. Hasil identifikasi tutupan lahan yang memiliki masing-masing nilai kandungan karbon menjadi data masukan dalam model yang dibangun. Optimasi dengan algoritma genetika ini, menggunakan kromosom yang berupa kromosom nilai yaitu simbol lahan. Satu kromosom atau satu individu dibangun dari matriks yang berukuran 13 x 13 sehingga diperoleh 169 gen. Seleksi dilakukan dengan menggunakan teknik seleksi cakram (Roulette wheel selection). Sedangkan untuk operator genetic meliputi pindah silang (crossover) yaitu dengan pindah silang satu titik (one-point crossover), mutasi dengan teknik random dan yang terpilih dalam proses mutasi akan digantikan dengan jenis lahan yang boleh ditanami kelapa sawit dan gen tidak bisa digantikan dengan daerah yang tidak bisa ditanami kelapa sawit yaitu moratorium (M), hutan lahan kering primer (Hp), pemukiman (Pm), Tambak (Tb), kebun kelapa sawit (Po), pelabuhan (Plb), tubuh air (A) dan transmigrasi (Tr). Berdasarkan hasil simulasi dengan model ini diperoleh nilai emisi CO2 minimum atau penyerapan karbon sebesar 0.06 ton CO2e/tahun. Solusi yang dihasilkan adalah jenis lahan yang terdiri 68 gen tanah terbuka (T), 9 gen Pertanian lahan kering (Pt), 8 gen perkebunan (Pk), 38 gen semak/belukar (B), 41 gen belukar rawa (Br), 2 pertanian lahan kering campuran (Pc) , 1 gen hutan rawa primer (Hrp), 1 gen hutan rawa sekunder (Hrs), 1 gen hutan sekunder (Hs). Hasil ini diperoleh dari peluang crossover (Pc) = 0.95, peluang mutasi (Pm)=0.01, jumlah generasi =100 generasi, ukuran lahan= 169 gen dan jumlah populasi = 100.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEnergy resourcesid
dc.subject.ddcAlternative energyid
dc.subject.ddcRokan Hilir-Riauid
dc.titleModel Penggunan Lahan Dan Perubahan Penggunaan Lahan Untuk Bahan Baku Biodiesel Kelapa Sawit: Studi Kasus Di Kabupaten Rokan Hilir Propinsi Riauid
dc.typeDissertationid
dc.subject.keywordalgoritma genetikaid
dc.subject.keywordemisi CO2id
dc.subject.keywordpenggunaan lahanid
dc.subject.keywordperubahan penggunan lahanid
dc.subject.keywordkandungan karbonid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record