Show simple item record

dc.contributor.advisorDjatna, Taufik
dc.contributor.advisorWrasiati, Luh Putu
dc.contributor.authorSantosa, Ida Bagus Dharma Yoga
dc.date.accessioned2016-03-15T03:32:16Z
dc.date.available2016-03-15T03:32:16Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/79230
dc.description.abstractProduk aromaterapi khas Bali memiliki suatu keunikan lokal yang membuat produk ini unik dan terkenal di pasaran. Pada penelitian ini, pendekatan affective engineering berbasis Kansei Engineering diaplikasikan untuk mengembangkan produk aromaterapi khas Bali. Tipe kepribadian konsumen berdasarkan teori Hippocrates dan Galen digunakan pada proses pengembangan produk ini. berdasarkan motivasi terebut, maka dirumuskan tiga tujuan untuk penelitian ini, antara lain: (1) menghasilkan konsep desain baru untuk mengembangkan produk aromaterapi khas Bali, (2) mengidentifikasi elemen-elemen desain produk yang relevan, dan (3) menghasilkan suatu model kuantifikasi dari desain produk aromaterapi khas Bali. Terdapat 12 kata Kansei yang telah dikumpulkan dengan mewawancarai para pakar, selanjutnya kata-kata tersebut dievaluasi oleh 30 orang responden menggunakan skala Likert. Metode Principal Component Analysis (PCA) digunakan untuk menganalisis hasil evaluasi tersebut sehingga dapat menghasilkan suatu konsep desain baru. Di sisi lain, dari sampel produk yang telah dikumpulkan, telah teridentifikasi 2 elemen desain untuk komposisi minyak aromaterapi dan 12 elemen desain kemasannya. Berdasarkan hasil tersebut, metode Relief digunakan untuk mengidentifikasi relevansi dari elemen desain tersebut berdasarkan konsep desain yang telah diperoleh. Selanjutnya, Quantification Theory Type 1 (QTT1) digunakan untuk menganalisis hubungan antara konsep desain baru dengan elemen desain yang relevan dan Fuzzy Quantification Type 1 (FQTT1) digunakan untuk menganalisis hubungan tersebut dengan mempertimbangkan kesan keunikan Bali pada produk tersebut sehingga dapat menghasilkan suatu model kuantifikasi dari desain produk aromaterapi khas Bali Hasil dari metode PCA menunjukkan bahwa terdapat satu komponen utama yang dapat mewakili keseluruhan komponen yang diberi nama “Bali Tradisional” (BT). Dengan menggunakan metode Relief, kedua elemen desain komposisi produk dan 10 elemen desain kemasan produk telah teridentifikasi sebagai elemen desain yang relevan dengan konsep BT. Berdasarkan hasil dari QTT1 dan FQTT1, suatu model kuantitatif linear telah dibangun untuk masing-masing tipe kepribadian. Berdasarkan model ini, suatu informasi pendukung desain telah diperoleh untuk membantu desainer produk untuk mengembangkan produk aromaterapi khas Bali. Secara umum, hasil menunjukkan bahwa spesifikasi desain yang diperoleh bersifat spesifik untuk masing-masing kepribadian dan sebagian besar dari desain tersebut bersifat produktif sebagai suatu rule.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAgricultural machineid
dc.subject.ddc2015id
dc.titlePengembangan Desain Produk Aromaterapi Khas Bali Berbasis Kansei Engineering Dan Tipe Kepribadian Konsumenid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordproduk aromaterapiid
dc.subject.keywordKansei Engineeringid
dc.subject.keywordtipe kepribadian konsumenid
dc.subject.keywordQuantification Theory Type 1id
dc.subject.keywordFuzzy Quantification Theory Type 1id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record