Show simple item record

dc.contributor.advisorSuryahadi
dc.contributor.advisorEvvyernie, Dwierra
dc.contributor.authorRiyanti, Lilis
dc.date.accessioned2016-03-10T02:54:53Z
dc.date.available2016-03-10T02:54:53Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/79129
dc.description.abstractUpaya peningkatan produktivitas dan kualitas ternak sapi pedaging masih terkendala pada permasalahan nutrisi. Suplementasi merupakan salah satu langkah strategis karena mampu mengatasi masalah defisiensi pakan dan meningkatkan kapasitas mencerna dari hewan melalui perbaikan metabolisme dan kemampuan mikroba rumen. Salah satu teknik suplementasi adalah dengan pemberian probiotik. Mikroba yang berpotensi sebagai probiotik adalah isolat MR4 yang merupakan bakteri rumen anaerob sehingga perlu dilakukan enkapsulasi pada saat pemberian dan penyimpanannya. Isolat MR4 ini akan dikombinasikan dengan Saccharomyces cerevisiae (S. cerevisiae). Namun demikian kemampuan S. cerevisiae berbeda bergantung pada strain sehingga probiotik perlu diseleksi dan diuji agar diketahui manfaatnya pada ternak. Penelitian terdiri dari tiga percobaan. Percobaan 1 bertujuan menyeleksi tiga strain probiotik S. cerevisiae. Percobaan 2 bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi probiotik S. cerevisiae dan isolat mikroba rumen (MR4) dan kombinasinya terhadap fermentabilitas dan populasi mikroba rumen secara in vitro. Percobaan ketiga bertujuan menguji efek suplementasi probiotik S. cerevisiae dan MR4 terhadap palatabilitas dan konsumsi, kecernaan nutrien serta performa sapi Bali. Percobaan 1 dirancang dengan rancangan acak kelompok faktorial 4 x 5 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah strain S. cerevisiae yang terdiri dari kontrol (tidak disuplementasi dengan S. cerevisiae) NBRC 10217, NRRL Y 567 and NRRL 12618, dan faktor kedua adalah waktu inkubasi yaitu 0, 1, 2, 3 dan 4 jam. Dosis S. cerevisiae yang ditambahkan adalah 5 x 1010 cfu kg-1 ransum. Ransum percobaan in vitro adalah rumput gajah dan konsentrat (TDN 73%, PK 13%) dengan rasio H : K = 60 : 40. Percobaan 2 dirancang dengan rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan, yaitu : P0 = ransum basal untuk sapi feedlot; P1 = P0 + S. cerevisiae; P2 = P0 + MR4 (dosis 5 x 107 cfu kg-1 ransum); dan P3 = P0 + S. cerevisiae dan MR4. Percobaan 3 dirancang dengan rancangan acak kelompok 2 perlakuan dan 8 kelompok sebagai ulangan. Perlakuan terdiri dari : P0= ransum kontrol dan P1 = P0 + probiotik kombinasi S. cerevisiae dan MR4. Dosis probiotik S. cerevisiae yang ditambahkan adalah 2 x 1011 cfu hari-1 dan dosis MR4 adalah 2 x 108 cfu hari-1. Suplementasi S. cerevisiae NRRL 12618 memiliki laju pertumbuhan S. cerevisiae tertinggi (3.3 % jam-1) dan mampu meningkatkan populasi mikroba rumen. Strain S. cerevisiae NRRL 12618 terpilih sebagai probiotik yeast untuk digunakan pada percobaan 2. Hasil percobaan 2 menunjukkan perlakuan suplementasi probiotik tidak mempengaruhi pH rumen yang menunjukkan pH rumen stabil sehingga mampu meningkatkan populasi bakteri rumen (P<0.05) dan meningkatkan konsentrasi NH3 dalam rumen (P<0.05) serta menurunkan populasi protozoa rumen (P<0.05). Perlakuan suplementasi probiotik S. cerevisiae dan MR4 mampu meningkatkan konsentrasi volatile fatty acid (VFA) total dan konsentrasi isovalerat (P<0.05). Perlakuan suplementasi kombinasi S. cerevisiae dan MR4 mampu menurunkan konsentratsi aflatoksin B1 (AFB1). Perlakuan kombinasi S. cerevisiae dan MR4 terpilih sebagai perlakuan terbaik untuk diuji pada percobaan 3. Hasil percobaan 3 menunjukkan suplementasi probiotik belum mampu meningkatkan konsumsi BK dan BO ransum. Kecernaan nutrien, TDN, DE dan ME masih menunjukkan hasil yang sama. Suplementasi probiotik memiliki rataan pertambahan bobot badan harian (PBBH) yang tinggi sebesar 440 g ekor-1 hari-1 dibanding perlakuan kontrol sebesar 330 g ekor-1 hari-1. Hal ini menunjukkan pada perlakuan yang disuplementasi probiotik lebih banyak nutrien yang diretensi dalam tubuh dibanding kontrol. Strain S. cerevisiae NRRL 12618 memiliki potensi untuk digunakan sebagai probiotik yeast. Suplementasi dengan strain ini mampu meningkatkan fermentabilitas dan kandungan isoacid dalam rumen serta menurunkan rasio A:P. Kemampuan ini dapat ditingkatkan jika S. cerevisiae dikombinasikan dengan isolat MR4. Suplementasi probiotik kombinasi S. cerevisiae dan MR4 belum mampu meningkatkan konsumsi pakan, PBBH, laju pertumbuhan dan efisiensi pakan sapi Bali.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAnimal husbandryid
dc.subject.ddcAnimal feedingid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleProduksi Probiotik Kombinasi Saccharomyces Cerevisiae Dan Mikroba Rumen Terenkapsulasi Untuk Detoksifikasi Aflatoksin Dan Peningkatan Performa Sapi Bali.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordkarakteristik fermentasiid
dc.subject.keywordmikroba rumenid
dc.subject.keywordprobiotikid
dc.subject.keywordSaccharomyces cerevisiaeid
dc.subject.keywordsapi Baliid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record