Show simple item record

dc.contributor.advisorSyartinilia
dc.contributor.advisorPerwitasari, Dyah
dc.contributor.authorNailufar, Balqis
dc.date.accessioned2016-02-26T07:54:29Z
dc.date.available2016-02-26T07:54:29Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/78769
dc.description.abstractAncaman utama bagi kelangsungan hidup monyet hitam sulawesi (Macaca nigraDesmarest, 1822) atau masyarakat lokal menyebutnya dengan yaki di Sulawesi Utara disebabkan adanya kerusakan habitat akibat penebangan liar. Selain itu terdapatnya perburuan liar juga menjadi ancaman lain untuk kelangsungan hidup yaki. Kerusakan habitat dan perburuan liar ini, meningkatkan masalah konflik dengan masyarakat lokal. Konflik manusia dan yaki terutama pada perambahan hasil pertanian oleh yaki. Tujuan penelitian ini adalah: 1) menganalisis dampak konflik manusia dan yaki di cagar alam (CA) Tangkoko-Batuangus/ Duasodara; 2) membangun model probabilitas konflik manusia dan yaki di CA Tangkoko-Batuangus/ Duasodara; 3) menganalisis penyebab terjadinya konflik manusia dan yaki di CA Tangkoko-Batuangus/ Duasodara; dan 4) menyusun rencana manajemen konflik penanggulangan manusia dan yaki di CA Tangkoko-Batuangus/ Duasodara. Penelitian ini dilakukan di CA Tangkoko-Batuangus/ Duasodara, di Kabupaten Bitung, Sulawesi Utara. Penelitian ini menggabungkan sistem informasi geografis (SIG) dan data penginderaan jauh dengan analisis regresi logistik. Analisis berdasarkan perbandingan variabel lingkungan dari titik presence dan pseudo-absence konflik dimana titik presence didapat dari wawancara semi-terstruktur dan ground-truth. Hasil analisis menunjukan bahwa dari 14 variabel lingkungan hanya 2 variabel yang mempengaruhi adanya konflik manusia dan yaki. Model probabilitas konflik manusia dan yaki ini dipengaruhi oleh variabel ketinggian 400-800 mdpl (JTE2) dan hutan primer (JTHP). Berdasarkan hasil model terlihat bahwa luas wilayah studi yang dibangun adalah 11 774.10 ha. Area yang sesuai terjadinya konflik seluas 2 008.50 ha (17.06%), kurang sesuai seluas 3 621.80 ha (30.76%), dan area yang tidak sesuai seluas 6 143.90 ha (52.18%). Penanggulangan konflik manusia dan yaki berdasarkan hasil model antara lain: pemberian batas alami, patroli, kontrol kegiatan ekowisata, pengkayaan jumlah pakan yaki, peningkatan penegakan hukum, dan peningkatan kesadaran masyarakat.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcLanscapeid
dc.subject.ddcManagement Landscapeid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcSulawesi Utaraid
dc.titleManajemen Lanskap Untuk Penanggulangan Konflik Dengan Monyet Hitam Sulawesi (Macaca Nigra) Di Sulawesi Utaraid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordMacaca nigraid
dc.subject.keywordperambahan hasil pertanianid
dc.subject.keywordregresi logistikid
dc.subject.keywordkonflik manusia dan satwa liarid
dc.subject.keywordSulawesiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record