Show simple item record

dc.contributor.advisorSuharnoto, Yuli
dc.contributor.advisorSapei, Asep
dc.contributor.authorStiyanto, Eri
dc.date.accessioned2016-02-11T07:04:09Z
dc.date.available2016-02-11T07:04:09Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/78258
dc.description.abstractLaju pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan sosial ekonomi membutuhkan lahan dan ruang sehingga dapat menurunkan kualitas dan kuantitas sumberdaya air. Untuk mengkuantifikasi penurunan kualitas dan kuantitas sumberdaya air tersebut diperlukan analisis hidrologi. SWAT (Soil and Water Assessment Tools) adalah salah satu model hidrologi yang dikembangkan di Amerika dan digunakan untuk menganalisis pengaruh manajemen lahan terhadap debit, sedimentasi, dan kualitas air di suatu Daerah Aliran Sungai. SWAT juga telah banyak digunakan di Asia untuk mengkaji dampak tata guna lahan termasuk persawahan terhadap debit dan sedimentasi. Namun perhitungan mengenai neraca air untuk tanaman padi yang ada di SWAT masih disamakan dengan neraca air tanaman lainnya, yaitu menggunakan metode SCS (Soil Conservation Service). Metode SCS sendiri kurang sesuai untuk neraca air di lahan sawah. Selain itu nilai parameter untuk kondisi hidrologi di Amerika berbeda dengan kondisi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul sawah pada model SWAT. Modul sawah dikembangkan dengan memodifikasi modul pothole pada source code program SWAT. Modifikasi dilakukan pada algoritma bentuk tampungan, algoritma perkolasi dan algoritma evaporasi. Pengujian kinerja modul sawah tersebut dilakukan pada Sub DAS Cisadane Hulu, yang mempunyai lahan sawah sekitar 21 %. Evaluasi modul dilakukan dengan melihat nilai determinasi (R2) dan Nash-Sutcliffe efficiency (NSE) berdasarkan perbandingan hasil debit simulasi dengan debit observasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa modul sawah yang disusun memberikan hasil prediksi debit yang baik, yang ditunjukkan dengan nilai determinasi (R2) dan Nash-Sutcliffe efficiency (NSE) yang relatif tinggi. Nilai R2 untuk data harian dan untuk data bulanan pada modul sawah masing – masing 0.59 dan 0.757. Nilai ini lebih baik dibandingkan dengan nilai pada modul original, yaitu sebesar 0.537 untuk harian dan 0.707 untuk bulanan. Demikian juga untuk nilai NSE, nilai NSE untuk data harian dan untuk data bulanan pada modul sawah masing – masing 0.477 dan 0.613. Nilai ini lebih baik dibanding nilai pada modul original, yaitu sebesar 0.427 untuk harian dan 0.563.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultral University (IPB)id
dc.subject.ddcHydrologyid
dc.subject.ddcHidrologic cycleid
dc.subject.ddc2015id
dc.titlePengembangan Modul Padi Sawah Untuk Analisis Hasil Air (Water Yield) Menggunakan Program Soil Water Assessment Tools (Swat) Studi Kasus Sub-Das Cisadane Huluid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordSWATid
dc.subject.keywordpengembangan modelid
dc.subject.keywordDASid
dc.subject.keywordsawahid
dc.subject.keywordhasil airid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record