View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Isolasi Senyawa Racun dari Ikan Buntal

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (17.08Mb)
      Date
      2015
      Author
      Deskawati, Eka
      Purwaningsih, Sri
      Sugita, Purwatiningsih
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Indonesia memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi dan berpotensi sebagai bahan baku obat, salah satunya adalah ikan buntal. Ikan ini memiliki ciri khas dapat menggembungkan dirinya dan mengeluarkan racun yang sangat mematikan. Racun dari ikan buntal ini dapat digunakan sebagai obat bius dan penghilang rasa sakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi senyawa racun dari ikan buntal, jenis Arothron hispidus dan Diodon hystrix dengan berat diatas 200 gram. Tahapan dalam penelitian ini adalah karakterisasi ikan buntal, pemilihan cara ekstraksi racun terbaik, pemilihan spesies dan bagian organ yang memiliki kandungan racun tinggi, pengujian toksisitas ekstrak kasar secara in vivo menggunakan model hewan tikus serta identifikasi senyawa racun. Tingkat toksisitas ekstrak racun diuji menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ikan buntal dalam penelitian ini merupakan ikan dewasa yang memiliki kadar air 79,50% untuk A. hispidus dan 82,37% D. hystrix, serta kadar protein 17,30% untuk A. hispidus dan 16,01% untuk D. hystrix. Toksisitas tertinggi terdapat pada ovarium Arothron hispidus dengan nilai Lethal concentration 50 (LC50) 29,65 ppm. Ekstrak ovarium ini mengandung alkaloid, karbohidrat, dan asam amino. Metode ekstraksi Founda (2005) ditentukan sebagai metode ekstraksi terbaik. Histopatologi hipokampus dari tikus yang diberi ekstrak ovarium Arothron hispidus menunjukkan adanya nekrosis sel pada dosis 1 dan 4 mg/kg berat badan dan terjadi pendarahan pada dosis 4 mg/kg berat badan. Tikus yang diberikan ekstrak hati Arothron hispidus juga menunjukkan nekrosis pada dosis 0,25; 1 dan 4 mg/kg berat. Histopalotogi korteks serebri memperlihatkan semakin tinggi dosis ekstrak ovarium dan hati Arothron hispidus yang diberikan, maka jumlah sel yang mengalami nekrosis semakin banyak. Hasil fraksinasi menggunakan Kromatografi Cair Vakum (KCV) dan Kromatografi Lapis Tipis Preparatif (KLTP) menunjukkan racun yang diduga adalah curvulin.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/75614
      Collections
      • MT - Fisheries [3205]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository