Studi Karakterisasi Beras Analog Fungsional Yang Diperkaya Dengan Rempah-Rempah

View/ Open
Date
2015Author
Rasyid, Maya Indra
Budijanto, Slamet
Yuliana, Nancy Dewi
Metadata
Show full item recordAbstract
Beras analog merupakan beras yang terbuat dari bahan non beras melalui proses ekstrusi. Pengembangan beras analog fungsional merupakan salah satu alternatif dalam meningkatkan variasi produk pangan fungsional yang bersifat dapat mencegah dan mengobati penyakit degeneratif seperti diabetes. Sifat fungsional tersebut salah satunya disebabkan oleh adanya komponen bioaktif yang terdapat dalam bahan bakunya seperti halnya rempah. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, daun salam, jahe dan sereh mengandung komponen bioaktif yang bermanfaat dalam mencegah dan mengobati penyakit diabetes. Resep penambahan rempah dalam pembuatan nasi berempah yang umum dibuat di Indonesia dapat digunakan dalam formula pembuatan beras analog fungsional. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan beras analog berbahan baku sorgum dan sagu. Rempah yang ditambahkan dalam penelitian ini terdiri dari bawang merah, bawang putih, daun salam, jahe dan sereh. Penambahan rempah dalam formulasi pembuatan beras analog bertujuan untuk mendapatkan penerimaan sensori yang baik serta untuk mendapatkan beras analog berdaya cerna rendah yang berpotensi menjadi pangan fungsional bagi penderita diabetes. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendapatkan formula penambahan rempah terbaik dalam pembuatan beras analog berbasis sorgum dan sagu berdasarkan karakteristik sensori, (2) melihat pengaruh penambahan rempah terhadap daya cerna pati secara in vitro dan karakteristik fisiko-kimia beras analog, dan (3) menghasilkan produk beras analog yang memiliki daya cerna pati rendah dan dapat berpotensi sebagai pangan fungsional bagi penderita diabetes. Penelitian ini terdiri atas beberapa tahapan yaitu: (1) tahap persiapan dan karakterisasi bahan baku, (2) tahap penentuan formula rempah dan pembuatan beras analog, (3) tahap analisis daya cerna pati terhadap formula beras analog terpilih dari setiap tahapan proses (4) tahap karakterisasi fisik dan kimia beras analog terpilih. Penambahan bubuk rempah dalam pembuatan beras analog terdiri dari 0, 0.25, 0.5, 1, 2 dan 3% dari total berat tepung. Beras analog dibuat dengan teknologi ekstrusi menggunakan ekstruder ulir ganda. Pemilihan formula terbaik dilakukan dengan uji hedonik menggunakan 70 orang panelis tidak terlatih. Hasil analisis sensori secara keseluruhan menunjukkan bahwa penambahan rempah berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap nasi beras analog yang dihasilkan. Formula beras analog dengan penambahan rempah terbaik dari hasil analisis sensori adalah formula dengan penambahan rempah sebanyak 1%. Daya cerna pati dari sampel beras analog dengan penambahan rempah sebesar 1% adalah sebesar 58.13% dan berbeda nyata (P<0.05) dengan daya cerna pati kontrol. Beras analog yang dihasilkan mengandung kadar air 10.32%, kadar abu 0.72%, kadar lemak 0.53%, kadar protein 6.22%, kadar karbohidrat 92.53%, amilosa 26.48% dan serat pangan 6.67%. Beras analog yang dihasilkan memiliki daya cerna pati yang lebih rendah dibandingkan dengan nasi beras sosoh sehingga diharapkan dapat berpotensi digunakan sebagai pangan fungsional bagi penderita diabetes. Namun, beras analog yang dihasilkan masih memiliki kekurangan dari parameter warna. Untuk memperbaiki hal tersebut disarankan agar menambahkan angkak dalam adonan beras analog. Dengan demikian diharapkan beras analog yang dihasilkan akan memiliki warna yang menyerupai seperti warna beras merah.
Collections
- MT - Agriculture Technology [2456]

