Show simple item record

dc.contributor.advisorKusnadi, Nunung
dc.contributor.authorSyarifah, Afiati
dc.date.accessioned2015-01-08T03:13:01Z
dc.date.available2015-01-08T03:13:01Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73172
dc.description.abstractKesadaran akan bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan bahan-bahan kimia sintetis pada pertanian telah mendorong perkembangan pertanian organik. Namun perkembangan pertanian organik di Indonesia cenderung lambat. Salah satu daerah di Indonesia yang tengah mengembangkan pertanian organik ialah Kabupaten Bogor, dengan berfokus pada komoditi padi organik. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisa mengapa petani tidak tertarik mengusahakan padi organik dan lebih memilih padi konvensional. Data diperoleh dari 12 petani padi organik dan 19 petani padi non-organik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktur biaya dan penerimaan usahatani. Hasil menunjukkan bahwa usahatani padi organik lebih menguntungkan, namun memberikan return to labor yang lebih rendah. Usahatani padi organik juga memberikan risiko produksi dan risiko penerimaan lebih tinggi. Dapat diambil kesimpulan bahwa, dibandingkan dengan usahatani konvensional, usahatani padi organik memberikan insentif lebih kecil bagi petani selaku produsen.en
dc.language.isoid
dc.subject.ddcAgribusinessen
dc.subject.ddcOrganic farmingen
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baraten
dc.titleAnalisis Usahatani Padi Organik Dan Padi Non-Organik Di Kabupaten Bogoren
dc.subject.keywordusaha tani padien
dc.subject.keywordpadi organiken
dc.subject.keywordstruktur biayaen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record