Show simple item record

dc.contributor.advisorSyuaib, M Faiz
dc.contributor.advisorSaulia, Lenny
dc.contributor.authorDewi, Nugrahaning Sani
dc.date.accessioned2014-12-09T04:40:31Z
dc.date.available2014-12-09T04:40:31Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/71107
dc.description.abstractSalah satu faktor penting dalam pencapaian produktivitas kelapa sawit adalah proses pemanenan. Pemanenan kelapa sawit secara manual berpotensi menimbulkan permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan biomekanik, studi gerak dan antropometri untuk mendesain model diagnostik resiko ergonomi pada pemanenan kelapa sawit secara manual. Model ini didesain untuk menghasilkan gerak kerja pemanenan dan prosedur pemanenan yang lebih baik serta rekomendasi panjang egrek yang dibutuhkan sehingga kegiatan pemanenan dapat dilakukan secara aman, efektif dan produktif. Alat panen „egrek‟ dipelajari dalam penelitian ini. Hasil simulasi pemanenan menghasilkan formulasi jarak aman dt (m) = 0.5 (Ht - Hs) + 0.35 dan panjang egrek yang dibutuhkan lp (m) = (Ht - Hs)/ cos dimana Ht adalah tinggi target potong, Hs adalah tinggi bahu pemanen dan adalah sudut yang terbentuk antara galah egrek dengan pohon. Berdasarkan formula tersebut, pemanenan kelapa sawit dengan tinggi target pohon lebih dari 16 m sudah tidak aman untuk dilakukan dengan menggunakan egrek. Berdasarkan kriteria selang gerak alami tubuh manusia, Critical Range of Motion (CRM) pada gerak pemanenan adalah : leher ekstensi (30°), bahu fleksi (94°), lengan bawah fleksi (124°). Batas beban yang masih dapat diterima yaitu 21.85 N untuk otot splenius leher, 1091.96 N untuk otot deltoid bahu dan 1634.31 N untuk otot branchioradialis lengan bawah. Analisis biomekanik terhadap postur kerja pemanenan yang ada di lapang saat ini (existing posture) menunjukkan bahwa resiko ergonomi pada bahu dan lengan bawah relatif lebih kecil dari Critical Load (CL) dan Critical Range of Motion (CRM), namun demikian pada leher, CL dan CRM sudah melewati ambang batas yang diterima. Oleh karena itu, postur ini direkomendasikan untuk tidak dilakukan dan perlu diperbaiki dengan menggunakan postur yang disarankan. Dengan mempertimbangan resiko postur dan beban, postur yang disarankan terbukti lebih aman untuk dilakukan. Postur yang disarankan untuk dilakukan adalah : ekstensi leher ≤ 30° (21.85 N), fleksi bahu ≤ 94° (1091.96 N), fleksi lengan bawah ≤ 124° (1634.31 N). Model diagnostik resiko ergonomi pada pemanenan kelapa sawit telah dirancang dengan parameter nya adalah jarak aman (dt), panjang batang egrek yang dibutuhkan (lp), critical range of motion (CRM) dan critical load (CL) pada leher, bahu dan lengan bawah.en
dc.language.isoid
dc.subject.ddcFood and Agricultural Machineryen
dc.subject.ddcHarvestingen
dc.subject.ddc2014en
dc.subject.ddcKalimantan Timuren
dc.titleDesain Model Diagnostik Resiko Ergonomi pada pemanenan Kelapa Sawit Secara Manualen
dc.subject.keywordergonomikaen
dc.subject.keywordstudi geraken
dc.subject.keywordbiomekaniken
dc.subject.keywordkelapa sawiten
dc.subject.keywordpemanenan.en


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record