Show simple item record

dc.contributor.advisorSuharno
dc.contributor.authorWidyasari, Ana Zufrida
dc.date.accessioned2013-07-22T06:23:10Z
dc.date.available2013-07-22T06:23:10Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/64799
dc.description.abstractDalam pasar yang semakin kompetitif, studi tentang konsumen yang memberi informasi tentang karakter dan persepsi konsumen akan selalu memberikan manfaat strategis bagi produsen, termasuk unsur distribusi dan ritel/pengecer. Hal ini juga berlaku untuk industri perdagangan beras yang merupakan barang konsumsi yang paling penting di pasar domestik Indonesia. Banyaknya jenis dan merek beras yang beredar di pasaran menyebabkan konsumen harus lebih teliti dalam menentukan pilihan. Saat ini beras tidak hanya dijual di pasar tradisional, akan tetapi juga banyak dijual di pasar modern melalui minimarket, supermarket, dan hypermarket. Beras yang dipasarkan di pasar modern biasanya sudah dalam bentuk kemasan dengan merek dan label tertentu. Harga yang ditawarkan oleh beras kemasan pun cenderung lebih mahal daripada beras curah di pasar atau ritel tradisional. Giant hypermarket merupakan salah satu pasar modern yang menjual bahan pangan (grocery product) seperti beras. Permintaan terhadap beras kemasan di Giant terus mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat terlihat dari semakin banyaknya produsen yang menjual beras kemasannya di ritel modern tersebut. Merek beras kemasan yang ada di Giant dapat dibedakan menjadi dua yaitu, manufacture brand dan merek toko (house brand). Beras kemasan manufacture brand yang dipasarkan di Giant memiliki varietas dan ukuran yang bervariasi serta jumlahnya lebih banyak dari beras house brand. Banyaknya merek beras kemasan khususnya untuk beras manufacture brand di Giant megharuskan konsumen lebih teliti dalam menentukan pilihan. Konsumen beras di Giant merupakan konsumen atas yang lebih mementingkan kualitas daripada harga produk. Giant hypermarket sebagai salah satu peritel di pasar modern, memiliki kepentingan untuk mengetahui persepsi konsumen beras kemasan manufacture brand apakah harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas yang dirasakan oleh konsumen Giant. Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik konsumen beras kemasan manufacture brand, mengidentifikasi proses keputusan pembelian beras kemasan manufacture brand, menganalisis persepsi konsumen terhadap atribut beras kemasan manufacture brand, menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi jumlah pembelian beras kemasan manufacture brand, dan memberikan rekomendasi bauran pemasaran beras kemasan manufacture brand. Penelitian ini dilakukan di Giant Botani Square Bogor dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling dan pengambilan data dilakukan dengan metode survei. Jumlah responden yang diwawancarai adalah 40 orang. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi ganda (multiple regression). 3 Berdasarkan hasil analisis karkateristik responden beras kemasan manufacture brand di Giant, mayoritas responden adalah perempuan yang berusia antara 41 sampai 50 tahun, berasal dari suku Sunda, memiliki tingkat pendidikan terakhir sarjana, berstatus menikah, dengan jumlah anggota keluarga mayoritas sebanyak 4-5 orang, memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga dan pegawai swasta, memiliki tingkat pendapatan rata-rata per bulan berada pada kisaran Rp. 5.000.001 – Rp. 25.000.000, memiliki jumlah kebutuhan beras mayoritas 10-20 kg per bulan, memiliki frekuensi belanja paling sering 1-2 kali sebulan dengan total belanja beras mayoritas 10 kg tiap kali belanja, merek yang paling banyak dibeli responden adalah Si Pulen dan Topi Koki, dengan kebutuhan konsumsi beras di level rumah tangga sebesar 62,84 kg per kapita per tahun. Proses keputusan pembelian beras kemasan manufacture brand oleh konsumen didasari atas harapan untuk memperoleh beras yang lebih bersih dari kotoran dan hama, beras lebih fresh, dan nasi lebih pulen. Sebagian besar konsumen mendapatkan informasi tentang beras kemasan manufacture brand dengan screening di Giant Botani Square dan jenis/varietas beras merupakan atribut yang menjadi fokus perhatian responden. Kualitas merupakan atribut yang menjadi pertimbangan awal konsumen saat akan membeli beras kemasan manufacture brand. Konsumen biasanya melakukan pembelian atas inisiatif sendiri dan mencari alternatif merek pengganti apabila merek beras yang mereka konsumsi selama ini sedang habis. Secara keseluruhan konsumen merasa puas dan bersedia untuk melakukan pembelian ulang. Berdasarkan hasil persepsi konsumen, atribut yang dipersepsikan baik oleh konsumen terdiri dari kebersihan, warna, keseragaman bulir, kepulenan, dan aroma. Daya tahan dipersepsikan cukup baik, dan harga cenderung dipersepsikan cukup mahal oleh konsumen. Sedangkan atribut yang dipersepsikan penting untuk ada di kemasan oleh konsumen adalah informasi jenis/varietas beras, informasi berat bersih (netto), informasi kandungan nutrisi, dan informasi sertifikasi halal. Informasi sertifikasi organik dan informasi produsen dipersepsikan cukup penting, sedangkan informasi tanggal produksi dan kadaluarsa dipersepsikan sangat penting oleh konsumen untuk ada di kemasan beras. Logo beras kemasan manufacture brand secara keseluruhan dipersepsikan cukup menarik oleh konsumen. Dari hasil output SPSS 17 diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi jumlah pembelian beras adalah jumlah anggota keluarga. Bauran produk yang dapat dilakukan adalah mencantumkan informasi sertifikasi halal pada kemasan beras dan memperhatikan pasokan beras kemasan di Giant secara kontinu. Bauran harga yang dapat direkomendasikan adalah produsen sebaiknya mempertahankan harga atau meningkatkan harga akan tetapi diikuti dengan peningkatan kualitas beras. Untuk bauran tempat, hanya bisa diperuntukkan bagi Giant sebagai pihak yang memasarkan beras kemasan manufacture brand. Giant dapat mengganti letak rak-rak beras kemasan manufacture brand di tempat yang lebih strategis seperti di bagian depan toko. Bauran promosi yang dapat dilakukan adalah produsen yang belum memiliki SPG atau SPM sebaiknya mempekerjakan tenaga SPG atau SPM agar dapat meningkatkan penjualan beras kemasan.en
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.titleAnalisis Karakteristik dan Persepsi Konsumen Pengaruh Persepsi Konsumen Beras Kemasan Manufacture Brand serta Pengaruhnya terhadap Jumlah Pembelian (Studi Kasus di Giant Botani Square, Bogor)en


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record