Strategi pengembangan usaha cabai paprika hidroponik di Koperasi Petani Mitra Sukamaju Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat
Abstract
Sektor pertanian memiliki peranan yang penting dalam pembangunan perekonomian nasional diantaranya dalam pembentukan PDB, penyerapan tenaga kerja, pembangunan ekonomi daerah, ketahanan pangan, dan dalam pelestarian lingkungan hidup. Hortikultura merupakan salah satu bagian dari sektor pertanian yang dapat dijadikan sumber pertumbuhan ekonomi. Koperasi Petani Mitra Sukamaju atau yang biasa di sebut KOPTAN MSM sebagai salah satu lembaga penunjang usaha paprika secara hidroponik di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat saat ini memiliki 62 anggota yang tergabung dalam koperasi dan mengembangkan budidaya paprika di lahan seluas kurang lebih enam hektar. Peluang pasar yang cukup besar namun diiringi dengan berbagai kendala antara lain harga paprika yang berfluktuasi, penjualan paprika yang berfluktuasi dan biaya produksi tinggi. Hal ini menyebabkan KOPTAN MSM harus memiliki strategi yang tepat, sehingga dapat berkembang dan mampu bertahan di dunia usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan ekstenal yang mempengaruhi pengembangan usaha cabai paprika di KOPTAN MSM, memformulasi alternatif strategi pengembangan usaha cabai paprika bagi KOPTAN MSM, menetapkan prioritas strategi pengembangan usaha cabai paprika yang dapat diterapkan oleh KOPTAN MSM. Responden yang digunakan dalam penelitian terdiri dari tiga orang pihak internal koperasi dan dua orang pihak eksternal. Berdasarkan hasil pengolahan matriks IFE total skor yang dihasilkan adalah sebesar 3,2585. Total rata-rata tertimbang KOPTAN MSM yang berada di atas 2,5 mengindikasikan bahwa kondisi internal KOPTAN MSM berada di atas rata-rata. Hal tersebut menggambarkan bahwa KOPTAN MSM merupakan organisasi yang kuat secara internal. Total skor pengolahan matriks EFE adalah sebesar 2,0766 yang menunjukkan KOPTAN MSM berada di bawah rata-rata (2,50). Nilai ini memberikan pengertian bahwa KOPTAN MSM belum mampu sepenuhnya memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman dengan baik. Kekuatan utama yang dimiliki KOPTAN MSM yaitu adanya SOP di unit usaha. Kelemahan utama KOPTAN MSM adalah kurangnya komitmen anggota. Sedangkan pada lingkungan eksternal faktor yang menjadi peluang utama untuk KOPTAN MSM adalah tidak adanya persaingan yang signifikan, dan faktor yang menjadi ancaman utama bagi KOPTAN MSM yaitu posisi tawar menawar pembeli tinggi. Hasil yang diperoleh dari total skor matriks IFE dan matriks EFE menempatkan posisi KOPTAN MSM berada pada sel IV pada matriks IE dengan strategi tumbuh dan kembangkan (growth and build), Strategi yang tepat untuk diterapkan adalah strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk) atau strategi integratif (integrasi ke depan, ke belakang dan horisontal). Formulasi alternatif strategi menggunakan matriks SWOT dengan bertumpu pada general strategi yang ada pada matrik IE. Melalui matriks SWOT diperoleh empat strategi operasional yaitu mempertahankan pasar yang sudah ada, penambahan anggota baru untuk meningkatkan produksi, meningkatkan kualitas produk, dan memperbaiki sistem kontrak agar tidak ada pelanggaran. Berdasarkan analisis matriks QSP, urutan prioritas strategi pengembangan usaha KOPTAN MSM adalah sebagai berikut: Penambahan anggota baru (8,0796), (2) Meningkatkan kualitas produk (7,7980), (3) Mempertahankan pasar yang sudah ada (7,4579), (4) Membuat sistem kontrak dengan pembeli (7,2705).
Collections
- UT - Agribusiness [4774]
