View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Lama Fermentasi menggunakan Rhizopus oryzae terhadap Protein Kasar dan Serat Kasar Ampas Sagu (Metroxilon rumphii)

      Thumbnail
      View/Open
      fullteks (678.3Kb)
      Date
      2010
      Author
      Hamdat, Nurul Hasniah
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Metroxilon rumphii adalah salah satu jenis sagu yang paling banyak tumbuh di Papua dan cepat beradaptasi dengan lingkungannya. Seiring dengan meningkatnya permintaan akan tepung sagu maka semakin banyak limbah yang dihasilkan. Salah satu limbah dari pengolahan tepung sagu yang berpotensi sebagai pakan ternak adalah ampas sagu. Ampas sagu belum digunakan secara optimal karena kandungan proteinnya yang rendah. Untuk itu dibutuhkan teknologi yang dapat meningkatkan kandungan protein. Salah satu teknologi yang umum digunakan adalah teknologi fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh lama fermentasi ampas sagu dengan Rhizopus oryzae terhadap kandungan protein kasar dan kandungan serat kasar dalam kaitannya untuk mencari alternatif pengadaan bahan pakan ternak yang murah dan berkualitas baik. Pada fermentasi ampas sagu (Metroxilon rumphii) ini ada penambahan urea sebesar 3 % dan mineral zeolit sebesar 2,5 %. Urea berguna untuk menjadi sumber N kapang dan zeolit berfungsi untuk mengikat N agar lebih efisien serta memberi asupan beberapa mineral untuk kebutuhan kapang. Perlakuan yang dicobakan meliputi (R0= 0 hari atau tanpa fermentasi, R1=lama fermentasi 4 hari, R3= lama fermentasi 8 hari dan R4= lama fermentasi 12 hari). Parameter yang diamati meliputi pengamatan intensitas pertumbuhan kapang, kandungan nutrien ampas sagu, yaitu: kandungan protein kasar dan serat kasar. Rancangan yang digunkan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan fermentasi ampas sagu-urea-zeolit menggunakan Rhizopus oryae pada lama fermentasi 8 hari mempunyai kandungan protein kasar paling tinggi dibandingkan dengan hasil fermentasi hari ke 4 dan ke 12. Kandungan serat kasar tertinggi terjadi pada lama fermentasi 12 hari. Fermentasi ampas sagu-urea-zeolit menggunakan Rhizopus oryzae selama 8 hari memiliki kandungan protein lebih baik dari fermentasi hari ke 4 dan 12. Lama fermentasi 4 hari terbaik bila didasarkan pada kandungan serat kasarnya.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/63264
      Collections
      • UT - Nutrition Science and Feed Technology [2933]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository