| dc.description.abstract | Tanaman hias atau florikultura saat ini sudah menjadi tren atau gaya hidup di masyarakat. Peranan tanaman hias selain untuk memperindah lingkungan sekitar juga dapat berperan sebagai sarana penyalur emosi dan ungkapan perasaan suka maupun duka kepada orang lain. Ketertarikan masyarakat akan tanaman hias ini menjadikan agribisnis florikultura memiliki prospek yang baik di masa mendatang. Tanaman hias yang cukup banyak diusahakan di Indonesia adalah mawar, anggrek, krisan, anyelir, anthurium, gerbera, gladiol, sedap malam, dan heliconia. Krisan merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang banyak diminati karena bernilai komersial dan variasi warna serta tipenya yang beraneka ragam. Perusahaan Natalia Nursery merupakan salah satu perusahaan tanaman hias yang terletak di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Perusahaan ini bergerak dalam bidang pembudidayaan tanaman hias berupa krisan potong sebagai komoditas utamanya. Perusahaan Natalia Nursery mengalami permasalahan berupa risiko produksi dalam kegiatan budidayanya. Hal ini diidentifikasi dari produksi yang berfluktuasi dari tahun 2005 sampai 2011. Kondisi ini terjadi disebabkan oleh beberapa sumber risiko antara lain cuaca dan iklim yang tidak stabil dan sulit diprediksi, hama dan penyakit yang menyerang tanaman krisan, serta kinerja sumberdaya manusia yang tidak optimal. Kondisi perubahan cuaca dan iklim yang sulit diprediksi dan tidak stabil dapat menjadi katalisator bagi pertubumbuhan hama dan penyakit. Tingkat absensi tenaga kerja harian yang tinggi dapat menghambat kegiatan produksi yang menyebabkan kinerja sumberdaya manusia lainnya tidak dapat bekerja secara optimal. Hal ini dapat menyebabkan penurunan produksi tanaman bunga potong krisan. Adapun tujuan dari penelitian yaitu: (1) mengidentifikasi sumber – sumber risiko yang terdapat pada kegiatan produksi atau budidaya tanaman bunga potong krisan di Perusahaan Natalia Nursery, (2) menganalisis besarnya risiko yang terjadi pada usaha budidaya tanaman bunga potong krisan di Perusahaan Natalia Nursery, dan (3) menganalisis alternatif strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau mengurangi dampak risiko produksi yang terjadi di perusahaan Natalia Nursery. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder data primer diperoleh melalui wawancara dan pengamatan secara langsung, pemilihan responden dalam wawancara dilakukan secara purposive kepada pihak – pihak terkait. Sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan historis perusahaan, Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pertanian, internet, buku-buku serta jurnal-jurnal penunjang yang relevan. Data dan informasi yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Penilaian risiko produksi dianalisis berdasarkan penilaian melalui perhitungan nilai expected return, variance, standard deviation, dan coefficient variation. Sedangkan pengukuran dampak dan probabilitas sumber risiko dianalisis dengan menggunakan metode Expert opinion dan Delphy melaui wawancara. Hasil pengukuran ini selanjutnya dipetakan pada peta risiko. | en |