Show simple item record

dc.contributor.advisorKusnadi, Nunung
dc.contributor.authorWardhani, Mawar Kharisma
dc.date.accessioned2013-02-11T02:33:21Z
dc.date.available2013-02-11T02:33:21Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/60590
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi adanya penerapan sistem produksi berdasarkan pesanan (job order) dalam menjalankan usaha pengembangan pengolahan susu segar menjadi susu pasteurisasi di KPBS Pangalengan. Sistem job order membawa dampak positif juga negatif bagi produksi susu pasteurisasi di KPBS Pangalengan. Dengan sistem job order, kuantitas permintaan pasar lebih terjamin sehingga KPBS dapat meminimalisir kerugian akibat tidak terjualnya produk yang dihasilkan. Namun, adanya sistem job order membuat keputusan produksi bergantung pada jumlah pesanan yang belum tentu sesuai dengan kapasitas mesin, tenaga kerja, ketersediaan bahan baku utama yaitu susu segar serta ketersediaan bahan tambahan yang dimiliki KPBS Pangalengan. Adanya sistem job order dalam memproduksi susu pasteurisasi di KPBS Pangalengan, akan mempengaruhi pengalokasian sumberdaya seperti susu segar, mesin, tenaga kerja, serta bahan baku tambahan, yang pada gilirannya akan berpengaruh pada keuntungan yang diperoleh KPBS Pangalengan. Oleh karena itu, yang menjadi tujuan dalam penelitian ini yaitu: (1) Menganalisis alokasi pengunaan sumberdaya (khususnya bahan baku susu segar) untuk memproduksi susu pasteurisasi di KPBS Pangalengan; (2) Menganalisis faktor yang menjadi kendala bagi KPBS Pangalengan dalam memproduksi susu pasteurisasi; (3) Menganalisis dampak sistem job order terhadap keuntungan KPBS Pangalengan. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive), dengan pertimbangan bahwa daerah Jawa Barat merupakan salah satu sentra produksi susu di Indonesia. MT KPBS dipilih sebagai tempat penelitian karena merupakan salah satu unit usaha pengolahan susu yang merupakan koperasi primer susu teladan tingkat nasional dan mempelopori produksi susu pasteurisasi prepack dan cup. Pengumpulan data ini dilakukan mulai bulan Februari-Maret 2010. Berdasarkan hasil analisis Linear Programming (LP) diketahui bahwa selama periode amatan KPBS Pangalengan masih belum mampu memanfaatkan seluruh bahan baku susu segar yang disediakan untuk produk susu pasteurisasi. Rataan persentase susu segar yang diproduksi hanya sebesar 54.8 persen. Peningkatan pemanfaatan susu segar hingga sepuluh persen dari total penerimaan susu segar di MT dapat meningkatkan keuntungan KPBS sebesar 78.62 persen. Hasil keluaran model juga menunjukan, pada kondisi aktual sumberdaya yang menjadi kendala bagi KPBS Pangalengan dalam memproduksi susu pasteurisasi adalah mesin packaging, job order cup strawberry, serta job order cup cokelat. Sementara sumberdaya lainnya seperti kemasan prepack, kemasan cup strawberry, kemasan cup cokelat, penutup kemasan cup strawberry, penutup kemasan cup cokelat, dan tenaga kerja langsung (TKL) pada kondisi aktual justru mengalami kelebihan dengan persentase kelebihan persediaan rata-rata sebesar 10.74 persen. ...en
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.titleOptimalisasi Produksi Susu Pasteurisasi di KPBS Pangalengan Kabupaten Bandung Jawa Barat.en


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record