Show simple item record

dc.contributor.advisorYusalina
dc.contributor.authorSujana, Wulandara
dc.date.accessioned2013-02-07T04:38:06Z
dc.date.available2013-02-07T04:38:06Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/60457
dc.description.abstractIndonesia sebagai negara agraris yang menggambarkan bahwa sektor pertanian mempunyai peranan yang penting dalam mendukung perekonomian nasional, terutama sebagai sumber bahan pangan bagi penduduk Indonesia, penyumbang devisa negara di sektor non migas serta merupakan sumber mata pencaharian sebagian besar penduduk Indonesia. Sektor pertanian sebagai pendukung perekonomian nasional Indonesia melalui sub sektor tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan, oleh karena itu sektor pertanian perlu didukung dalam perkembangannya, agar sektor ini mempunyai peluang yang lebih besar. Pada sektor pertanian, hortikultura menempati posisi yang penting sebagai produk yang berpotensi untuk dikembangkan, karena memiliki nilai komersial yang tinggi dan mempunyai peran strategis dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Komoditas hortikultura sayuran merupakan komoditas yang memiliki peluang cukup prospektif. Salah satu komoditas sayuran yang berpotensi untuk dikembangkan adalah tomat. Tomat dibedakan berdasarkan jenisnya menjadi tomat ceri, tomat apel dan tomat sayur, penamaan jenis ini berdasarkan bentuk buahnya, dimana tomat apel memiliki ciri-ciri bentuk buah bulat oval, berwarna merah dan teksturnya padat. Komposisi zat gizi yang dimiliki tomat apel baik dalam bentuk segar atau olahan cukup lengkap dan baik. Tomat apel dapat dimanfaatkan dalam keadaan segar maupun diolah terlebih dahulu, dalam keadaan segar tomat bisa sebagai sayuran, bumbu masak ataupun sari buah. Jika diolah, tomat apel bisa dibuat saus atau bahan obat-obatan. Kecamatan Ciwidey merupakan salah satu daerah sentra produksi tomat di Kabupaten Bandung. Desa Lebak Muncang merupakan desa terluas, sehingga diambil sebagai lokasi penelitian. Namun fluktuasi harga dan penggunaan faktor produksi yang dirasakan kurang efisien dapat mempengaruhi pendapatan usahatani tomat. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis pendapatan usahatani tomat apel pada petani kelompok tani dan non kelompok tani di Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, dan (2) Menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi tomat apel pada petani kelompok tani dan non kelompok tani di Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Adapun penelitian ini dilaksanakan di Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung pada bulan Agustus hingga September 2010. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Jumlah responden usahatani tomat berjumlah 40 orang, 20 orang petani anggota kelompok tani dan 20 orang petani non kelompok tani, responden diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. ...en
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.titleAnalisis Pendapatan dan Faktor-Faktor Produksi yang Mempengaruhi Usahatani Tomat di Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung.en


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record