Show simple item record

dc.contributor.advisorPurwono, Joko
dc.contributor.authorMarta, Ance Trio
dc.date.accessioned2013-02-06T07:43:05Z
dc.date.available2013-02-06T07:43:05Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/60402
dc.description.abstractMenurut data statistik Indonesia , pada tahun 2005 terdapat 16 persen dari jumlah penduduk hidup dalam garis kemiskinan. Artinya kurang lebih 36 juta orang Indonesia hidup dengan kondisi keuangan yang cukup banyak. Pemerintah Indonesia sudah lama berjuang untuk mengurangi kemiskinan ini. Salah satunya dengan memberikan kepada sector usaha kecil menengah bantuan biaya, pinjaman, pembinaan dan pasar yang mendukung kegiatan usaha tersebut. Hal ini memberikan hamper 22,5 persen pendapatan Negara yang banyak disumbangkan oleh sector UMKM atau dengan kata lain, pelaku usaha mikro dengan modal terbatas. Koperasi merupakan salah satu bentuk badan hokum yang sudah lama dikenal di Indonesia. Pelopor pengembangan perkoperasian di Indonesia adalah Bung Hatta. Koperasi merupakan suatu kumpulan dari orang orang yang mempunyai tujuan atau kepentingan bersama. Kelompok orang inilah yang akan menjadi anggota koperasi, koperasi didirikan atas azas kekeluargaan dan gotong royong khususnya untuk membentuk para anggotanya yang memerlukan bantuan baik berupa barang maupun pinjaman uang. Koperasi yang dapat dikatakan sebagai lembaga pembiayaan adalah koperasi simpan pinjam. ...en
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.titleStrategi Pengembangan Usaha Koperasi Simpan Pinjam Warga Sepakat di Ciampea Bogor Jawa Baraten


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record