Show simple item record

dc.contributor.advisorFausia, Lusi
dc.contributor.authorHantari, Indiarti Amrih
dc.date.accessioned2012-10-19T01:55:34Z
dc.date.available2012-10-19T01:55:34Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/57927
dc.description.abstractBeras merupakan bahan makanan pokok untuk sebagian besar peududuk Indonesia Estimasi kebutuhan beras peududuk Indonesia setiap tahunnya terus meningkat Swasembada beras yang telah dirintis berpuluh tahun sukar dipertahankan. Di pulau Jawa yang merupakan wilayah andalan untuk produksi beras nasional, pada tahun 2003 justru mengalami defisit dalam ketersediaan beras. Swasembada beras yang pernah dicapai Indonesia tidak dihasilkan melalui rice estate atau oleh perusahaan konglomerat, tetapi oleh para petani gurem. Rumah tangga petani gurem adalab rumah tangga pertanian yang menguasai lahan kurang dari 0,5 ha Kenaikan persentase rumah tangga petani gurem di Jawa lebih cepat daripada di luar Jawa. Kasus konversi lahan di Jawa cenderung meningkat dan semakin tersebar. Kasus konversi lahan sawah ke lahan bukan sawah yang meningkat setiap tahunnya dapat memicu timbulnya defisit ketersediaan beras di suatu wilayah. Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta setiap tahunnya terdapat lahan sawah yang mengalami konversi ke lahan bukan sawah.IND
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.titleAnalisis Pendapatan dan Produksi Usahatani Padi Sawah Lahan Sempit di Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul.IND


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record