View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Resources Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Resources Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Keberadaan Amonia Pascaaerasi Hipolimnion di Danau Lido, Bogor, Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      Bab I (377.5Kb)
      Bab II (785.3Kb)
      Bab III (1018.Kb)
      Bab IV (1.049Mb)
      Bab V (355.0Kb)
      Full text (3.169Mb)
      Cover (367.0Kb)
      Daftar Pustaka (475.4Kb)
      Lampiran (1.814Mb)
      Ringkasan (433.4Kb)
      Date
      2011
      Author
      Ervinia, Ayu
      Hariyadi,Sigid
      Pratiwi, Niken Tunjung Murti
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Amonia (NH3) merupakan salah satu bentuk nitrogen anorganik yang bersifat racun (toksik) yang bersumber dari hasil dekomposisi bahan organik dan ekskresi biota akuatik. Penumpukan bahan organik di lapisan hipolimnion tanpa disertai ketersediaan oksigen terlarut menyebabkan terjadinya dekomposisi bahan organik secara anaerob dan menghasilkan amonia. Amonia akan terakumulasi di lapisan hipolimnion karena proses nitrifikasi (oksidasi amonia menjadi nitrat) terjadi saat perairan berada dalam kondisi aerob (oksigen tersedia). Konsentrasi oksigen terlarut di lapisan hipolimnion dapat ditingkatkan dengan aerasi hipolimnion. Peningkatan konsentrasi oksigen terlarut tersebut diharapkan dapat memicu penurunan konsentrasi amonia di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keberadaan amonia pascaaerasi hipolimnion di Danau Lido, Bogor, Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2011 di lokasi kegiatan perikanan budidaya KJA (Keramba Jaring Apung), Danau Lido, Bogor, Jawa Barat. Prinsip aerasi hipolimnion yang dilakukan adalah pemindahan massa air dari lapisan tertentu yang memiliki oksigen rendah ke permukaan perairan dan pemaparan massa air di ruang terbuka. Pemaparan dimaksudkan agar terjadi penambahan oksigen dalam massa air yang terangkat melalui proses difusi udara dari atmosfer. Air yang telah mengalami kontak dengan udara dikembalikan ke lapisan hipolimnion. Pada penelitian ini, aerasi dilakukan pada kedalaman 4 m. Pengaruh aerasi hipolimnion terhadap penurunan konsentrasi amonia dapat diketahui dengan melakukan tiga periode pengamatan, yaitu pra aerasi, saat aerasi (5 jam dan 10 jam), dan pascaaerasi hipolimnion (5 jam, 10 jam, 15 jam). Pengaruh aerasi terhadap distribusi amonia dapat diketahui dengan melakukan pengamatan secara horizontal pada jarak 0 m, 1,5 m, 3 m, 4,5 m, dan 8 m dari titik outlet aerasi. Parameter kualitas air yang diamati terdiri dari parameter utama dan parameter pendukung. Parameter utama meliputi amonia (NH3-N), nitrit (NO2-N), nitrat (NO3-N), dan oksigen terlarut (O2), sedangkan parameter pendukung meliputi suhu, pH, dan COD (Chemical Oxygen Demand). Pengamatan parameter kualitas air sebelum aerasi menunjukkan hasil bahwa lapisan hipolimnion Danau Lido tidak layak bagi kegiatan perikanan berdasarkan PP RI No.82 Tahun 2001 dengan konsentrasi oksigen terlarut (0,1 mg/l), COD (34,63-73,76 mg/l), amonia (0,224-0,507 mg/l), dan nitrit (0,039-0,043 mg/l). Berdasarkan hasil penelitian, aerasi hipolimnion selama 10 jam berpengaruh signifikan terhadap penurunan konsentrasi amonia (α = 0,05). Aerasi selama 10 jam mampu menurunkan konsentrasi amonia rata-rata sebesar 34,97% (p<0,05) hingga jarak 8 m dari titik outlet aerasi. Penurunan terbesar pada jarak 1,5 m dari titik outlet aerasi (61%), penurunan terkecil pada jarak 8 m dari titik outlet aerasi (13%). Penurunan konsentrasi amonia merupakan dampak turunan dari peningkatan konsentrasi oksigen terlarut (79,17%) dan penurunan konsentrasi COD (40,63%). Penurunan konsentrasi amonia tersebut disertai dengan peningkatan proporsi nitrat di perairan. Hal ini menggambarkan telah terjadinya proses nitrifikasi akibat aerasi hipolimnion. iv Akan tetapi setelah aerasi dihentikan, rata-rata konsentrasi amonia kembali mengalami peningkatan seperti kondisi awal sebelum aerasi (p<0,05).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/53424
      Collections
      • UT - Aquatic Resources Management [2679]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository