| dc.description.abstract | Sektor pertanian memiliki kontribusi yang besar dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Pertanian merupakan sektor terbesar kedua dalam total PDB setelah industri pengolahan dengan memberikan kontribusi sebesar 14,68% dari total PDB nasional pada tahun 2008. Selain itu sektor pertanian mampu menyerap 8,46 juta tenaga kerja yang ada di Indonesia. Peternakan merupakan salah satu subsektor pertanian yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin pesat. Subsektor peternakan mampu tumbuh dengan cepat karena didukung oleh perkembangan industri pengolahan komoditi yang dihasilkan. Salah satu komoditi yang dihasilkan subsektor peternakan adalah susu yang memiliki kandungan protein dan asam amino esensial yang penting bagi kesehatan tubuh. Susu yang merupakan bahan pangan hasil ternak yang mudah rusak, sehingga dibutuhkan suatu proses penanganan dan pengolahan yang baik. Produk susu olahan diantaranya adalah susu bubuk, susu kental manis, susu pasteurisasi, yoghurt dan makanan lainnya yang menggunakan susu sebagai bahan bakunya seperti keju dan mentega. Yoghurt yang merupakan salah satu hasil olahan dari susu, sangat diminati oleh masyarakat karena memiliki citarasa yang khas, tekstur yang lebut dan memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh. Salah satu keunggulan yoghurt dibandingkan dengan susu segar dalah kandungan bakteri probiotik pada yoghurt yang dapat membantu melancarakan pencernaan manusia. E-coFarm yang dibentuk dari hasil kerjasama Departemen Pertanian Indonesia dan Fakultas Peternakan IPB merupakan salah satu usaha kecil yang memproduksi produk olahan susu berupa yoghurt, susu pasteurisasi dan puding susu. Dalam menjalankan usahanya, E-coFarm yang memiliki skala usaha rumah tangga ini memiliki beberapa kendala seperti kendala produksi dan pemasaran. E-coFarm harus memiliki strategi yang tepat sehingga dapat berkembang dan mampu bertahan di dunia usahanya. Penelitian yang dilakuakan di E-coFarm Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga Bogor ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan usaha yoghurt E-coFarm dan merumuskan alternatif strategi serta menetapkan prioritas strategi yang bisa diterapkan oleh E-coFarm. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dimana pemilihan responden dilakukan secara sengaja. Responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah dua orang, yaitu pihak internal E-coFarm dan pihak eksternal dari pesaing terdekat. Keterlibatan pihak eksternal diharapkan dapat menghasilkan alternatif strategi yang lebih objektif. Penentuan alternatif strategi dilakukan dengan menggunakan matriks SWOT dan penentuan prioritas strategi yang bisa diterapkan dilakukan dengan wawancara secara langsung dengan manajer lapang E-coFarm. | en |