| dc.contributor.author | Kartini, Tina Roedi Yanti | |
| dc.date.accessioned | 2011-09-22T04:28:10Z | |
| dc.date.available | 2011-09-22T04:28:10Z | |
| dc.date.issued | 2006 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/50847 | |
| dc.description.abstract | Industri tekstil membutuhkan kapas sebagai bahan baku utamanya. Besamya jumlah pennintaan kapas untuk memenuhi kebutuhan produksi tekstil dalam negeri tidak dapat dipenuhi hanya dari produksi kapas dalam negeri. Produksi domestik hanya memenuhi sekitar 3.8 persen dari kebutuhan total industri tekstil Indonesia atau sebesar 96.2 persen dipenuhi dari impor. Hal ini dinilai memberatkan karena biaya yang hams dikeluarkan bertambah besar. Besamya konsumsi kapas karena semakin berkembangnya industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Sebagai bahan pertimbangan saat ini industri TPT nasional cendemng menggunakan serat sintetis sebagai pengganti dari serat alam seperti kapas. Potensi yang dimiliki serat sintetis hampir sama dengan kapas, sehingga serat sintetis ini dijadikan produk substitusi untuk memproduksi produksi teksf11. Viscose adalah serat buatan pertama dalam industri tekstil yang dihasilkan dari pulp kayu pinus. Potensi pasar serat viscose di Indonesia cukup besar, ha1 ini disebabkan karena jumlah perusahaan yang memproduksi serat viscose di Indonesia hanya dua yaitu PT SPV dan PT Indobarat Rayon. Pada tahun 2005, pangsa pasar PT SPV mencapai 46.67 persen dan sisanya sebesar 33.33 persen dimiliki PT Indobarat Rayon. Sedangkan pangsa pasar untuk serat viscose sebagai bahan tissue danpampers seluruhnya dikuasai oleh PT SPV. | en |
| dc.publisher | IPB (Bogor Agricultural University) | |
| dc.title | Optimalisasi produksi serat viscose di PT South Pasific Viscose Purwakarta Jawa Barat | en |