Show simple item record

dc.contributor.authorPurnama, Padel
dc.date.accessioned2011-09-20T01:50:26Z
dc.date.available2011-09-20T01:50:26Z
dc.date.issued2008
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/50577
dc.description.abstractDalam kegiatan budidaya intensif kerapu bebek biaya pakan menghabiskan sampai 60 % anggaran produksi. Besarnya biaya pakan disebabkan oleh pemakaian tepung ikan dalam jumlah besar sebagai sumber protein. Pengurangan biaya pakan dapat dilakukan dengan pemakaian bahan/sumber nutrien altematif yang biayanya lebih murah. Tepung darah dengan kandungan protein tinggi mencapai 84,52 % dalam bobot kering dapat menjadi alternatif untuk membatasi penggunaan tepung ikan. Dari penelitian pendahuluan pada kerapu bebek didapat bahwa bahan ini dapat diterima baik sampai pada pemakaian 9 %, dan hasil optimum untuk kineria pertumbuhan didapatkan pada kadar 6 %. Tepung darah mengandung mineral Fe sangat tinggi yaitu 2782,67 mg/kg dibandingkan tepung ikan yaitu 506 mg/kg. Normalnya kebutuhan Fe kerapu budidaya dipenuhi dari suplemen anorganik seperti Ferosulfat (FeS04.7HzO). Penggunaan tepung darah dalam pakan kerapu diduga dapat menjadi sumber Fe-organik untuk pengganti penggunaan Fe-anorganik dari Ferosulfat, disamping dapat menekan penggunaan tepung ikan sebagai sumber protein. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan tepung darah kadar 6 % sebagai sumber Fe organik dalam pakan buatan terhadap kineja pertumbuhan kerapu bebek.en
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.titlePengaruh penggunaan tepung darah sebagai sumber zat besi anorganik dalam pakan terhadap kinerja pertumbuhan kerapu bebek (Cromileptes altivelis)en


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record