Pengaruh perlakuan uap panas (vapor heat treatment) dan pelilinan terhadap laju respirasi dan produksi etilen pada buah alpukat (Persea americana, Mill)
Abstract
Buah alpukat merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan yang berpotensi ekspor. Kerusakan selama penanganan pascapanen dan distribusi men~pakan permasalahan yang sering terjadi di Indonesia. Hal ini dikarenakan sifat buah-buahan yang mudah msak (perishable). Kerusakan yang terjadi pada buah alpukat bisa berupa kerusakan fisik, mekanis, maupun mikrobiologis. Untuk menangani kerusakan alpukat diperlukan teknologi pascapanen yang mudah dan murah. Salah satu penanganan pascapanen adalah menangani hama lalat buah dengan perlakuan panas (heat treatment). Pada prinsipnya ada tiga cara untuk memperpanjang umur simpan produk hortikultura yaitu menunda proses kematangan, memperlambat penguapan dan respirasi, seTta membunuh atau mencegah perkembangan mikroorganisme pembusuk. Laju respirasi merupakan indikator terhadap potensi umur simpan. Kecepatan respirasi yang tinggi biasanya berhubungan dengan umur simpan yang pendek. Gas etilen (C2H4) berperan penting dalam proses pematangan buah dan gas ini digolongkan sebagai hormon.
