Show simple item record

dc.contributor.authorSari, Dinar Frihastika
dc.date.accessioned2011-09-08T02:37:36Z
dc.date.available2011-09-08T02:37:36Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/49890
dc.description.abstractKetahanan pangan dapat dilakukan melalui diversifikasi konsumsi. Diversifikasi konsumsi tidak hanya dilakukan pada pangan yang mengandung karbohidrat saja tetapi juga dilakukan pada pangan yang mengandung protein. Kacang-kacangan mengandung protein nabati dan dapat digunakan sebagai pangan pengganti protein hewani. Jenis kacang-kacangan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah kedelai. Tingginya permintaan kedelai di dalam negeri tidak diikuti dengan produksi kedelai lokal yang hingga kini belum mampu memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri, sehingga impor terus dilakukan. Derasnya impor kedelai dengan harga murah membuat pasar kedelai di dalam negeri didominasi oleh kedelai impor. Hal ini yang membuat petani kedelai lokal semakin terhimpit sehingga gairah petani untuk menanam kedelai semakin berkurang. Melihat hal tersebut dibutuhkan beragam upaya dan dukungan dari semua pihak untuk merespon kondisi kedelai lokal saat ini sehingga dayasaing kedelai lokal dapat ditingkatkanen
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.titleAnalisis dayasaing dan strategi pengembangan agribisnis kedelai lokal di Indonesiaen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record