View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Metode perbanyakan bahan tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) secara konvensional dan kultur jaringan di Unit Usaha Marihat, Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Sumatera Utara

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (2.216Mb)
      Cover (355.7Kb)
      Abstract (381.9Kb)
      Bab I (378.0Kb)
      Bab II (486.5Kb)
      Bab III (371.9Kb)
      Bab IV (392.4Kb)
      BAB V (1.775Mb)
      BAB VI (402.7Kb)
      Kesimpulan (371.6Kb)
      Daftar Pustaka (373.9Kb)
      Lampiran (558.4Kb)
      Date
      2011
      Author
      Jambak, M. Nazhri Annas
      Junaedi, Ahmad
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kegiatan magang berlokasi di Unit Usaha Marihat, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Sumatera Utara yang dilakukan dari tanggal 1 Maret 2010 sampai 1 Juli 2010. Kegiatan magang bertujuan agar dapat meningkatkan kemampuan teknis dan manajerial bagi mahasiswa untuk bekerja secara profesional dibidang pengadaan bahan tanaman secara konvensional maupun kultur jaringan, serta melakukan evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan bobot tandan dan jumlah biji per tandan antara anak daun normal dan anak daun menggulung pada tanaman kelapa sawit. PPKS saat ini masih menjadi produsen bahan tanaman kelapa sawit nomor satu di dunia. Bahan tanaman di PPKS diproduksi dengan teknik perbanyakan secara konvensional (assisted pollination) dan kultur jaringan (in vitro). Pada tahun 2009, PPKS telah menyalurkan 39 juta butir kecambah ke berbagai perusahaan negara, swasta maupun ke petani kecil, dan sudah memproduksi sekitar 740 klon (Marihat Klon) dari hasil perbanyakan kultur jaringan. PPKS terus melakukan berbagai inovasi melalui riset dan perbaikan, menjaga kualitas dan kuantitas mutu produksi dalam menghasilkan bahan tanaman yang unggul untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Pengadaan bahan tanaman secara kultur jaringan sangat menjanjikan di masa mendatang, namun untuk saat ini pengadaan bahan tanaman secara konvensional masih menjadi pilihan. Ini dikarenakan masih banyak kendala pada perbanyakan secara kultur jaringan yang dihadapi antara lain: biaya produksi yang tergolong mahal, keterbatasan alat dan bahan, tahap perakaran dan aklimatisasi yang masih rentan, serta waktu proses dari tahap eksplan hingga planlet yang tergolong lama (2.3-6.5 tahun). Hasil analisis uji-t mengenai evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata bobot tandan dan rata-rata jumlah biji per tandan antara anak daun normal dan anak daun menggulung tidak berbeda nyata.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/46658
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository