Show simple item record

dc.contributor.authorKurniawan, Doni
dc.date.accessioned2011-05-04T01:13:58Z
dc.date.available2011-05-04T01:13:58Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/44737
dc.description.abstractPembangunan pertanian merupakan bagian dari pembangunan nasional dengan tujuan mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Peranan pembangunan pertanian terhadap pembangunan nasional diantaranya diwujudkan dalam penyediaan bahan pangan dan merupakan syarat penting bagi keberhasilan pembangunan di Indonesia. Kebijakan pangan nasional yang menciptakan beras sebagai mental bangsa, sebaliknya terjadinya tekanan harga (paradoks produktivitas) membuktikan bahwa kebijakan pangan tersebut belum memihak pada petani, berdampak pada peningkatan kemiskinan di kalangan petani padi. Sistem Resi Gudang (SRG) yang dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 2003, merupakan alternatif peningkatan pendapatan petani melalui penundaan penjualan (peningkatan harga jual) dan kemudahan akses permodalan. Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sebagai daerh pengembangan melalui Koperasi Unit Desa (KUD) Trisula sebagai pengelola, sebaliknya tidak seluruh masyarakat petani padi ikut menerapkan sistem ini. Sehingga perlu dianalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Sistem Resi Gudang oleh Petani Padi tersebut, analisis juga dilakukan untuk melihat manfaat penerapannya bagi petani padi.en
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleFaktor-faktor yang mempengaruhi penerapan sistem resi gudang oleh petani padi di Kecamtan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Baraten


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record